KUTIPAN TIMBANGAN PORTABLE DISHUB BINJAI RESAHKAN SUPIR

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI – Pengutipan yang mengatasnamakan kelebihan muatan kerap disebut timbangan kodok di Jln Juanda Kel Mencirim Kec Binjai Timur dan Jln Umar Baki Kel Payaroba Kec Binjai Barat, resahkan para supir. Dimana pengutipan tidak diberlakukan atas berat beban tonase yang diangkut truk yang melintas di timbangan tersebut, Rabu (6/2/2013).

Ponimnan seorang supir truk pengangkut galian c, mengatakan dalam per tripnya mereka dibebankan pengutipan sebesar Rp 25 ribu untuk uang kelebihan muatan. Sedangkan untuk truk tangki yang melintas dikenakan uang sebesar Rp 75 ribu dan untuk pengangkut sawit diikutip sebesar Rp 50 ribu per trip.

“Semuanya yang melintas di timbangan kodok itu pukul rata semuanya, tidak ada ditimbang berat angkutan. Sekali melintas Rp 25ribu untuk truk galian C, RP 75 Ribu tuk truk tangki tronton dan Rp 50 ribu pengangkut sawit, beban kali bagi kami. Borongan kami pun hanya Rp 250 ribu. Abang hitunglah minyak Rp 150 ribu, kami bongkar di Medan. Lain lagi uang  galian C, belum lagi uang yang tidak terduga seperti ban bocor,” ucapnya.

Poniman juga mengatakan, beban muatan galian c yang mereka bawa lebih kurang mencapai 25 ton. “Kalau setiap hari seperti ini berat juga bang, yang dibawa pulang pun sedikit jadinya untuk istri, ” ucapnya

Senada juga diucapkan Wagiran yang mengeluhkan pengutipan tersebut. Setiap harinya sambungnya, dum truk yang melintasi pos Dishub Binjai kurang lebih mencapai 300 unit.

“Berlebih kali sudah uang yang mengalir ke sana, semuanya pukul rata, tidak ada ditimbang,” ucapnya

Sementara itu Syahri Kabid Perhubungan Darat ketika ditemui di Jln Sudirman depan Bank BCA membenarkan adanya pengutipan tersebut. Namun dalilnya, pengutipan yang dilakukan pihak dishub tersebut sesuai dengan Perda no 11 tahun 2011 tentang pengutipan restribusi angkutan truk.

“Memang ada pengutipan tersebut, semuanya sudah diatur di dalam perda,” ucapnya.

Pengutipan tersebut lanjutnya, sangat menyumbang bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota  Binjai. “PAD Kami kemarin, pengutipan dana Rstribusi pengutipan tersebut hampir Rp 2 M, cuman lupa aku angka pastinya berapa. Kalau tidak percaya coba tanya ke Dispenda sana,” ucapnya

Sementara itu, pantauan tribun di Jln Umar baki setiap harinya selalu diramaikan truk galian c melintas di kawasan tersebut. Sedangkan para supir truk yang melintas di timbangan kodok di Umar Baki, hanya mampir dan menyetorkan uang.

Sama halnya di jembatan timban di jln Juanda, dimana para supir hanya melintas tanpa masuk ke timbangan kodok, lalu menyetorkan uang kepada petugas dishub Binjai.  Ironisnya truck dengan muatan berat yang melintas di kawasan tersebut membuat ruas jalan rusak . (ari/tribun-medan.com)
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *