KOREA DAN INKA MENANGKAN TENDER KA BANDARA KUALANAMU

Hanya Mampu Angkut 4.472 Orang Sehari

MedanBisnis – Medan. China, Korea, negara-negara Eropa dan PT Inka merupakan beberapa peserta yang ikut dalam tender pengadaan KA Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Sementara tender untuk KA Bandara Kualanamu dimenangkan oleh perusahaan dari Korea dan PT Inka.
“Kalau untuk KA Bandara Soetta itu, kita pakai jalur KRL yang sudah ada. Jadi, pengadaan barang set unit kereta api yang kita minta speksinya adalah kereta api listrik. KRL ini untuk KA Bandara Soetta, berbeda dengan KA Bandara Kualanamu yang pakai KRDE mesin diesel,” kata Direktur Komersil/Humas PT Railink, Makmur Syaheran, kepada MedanBisnis di tengah perjalanan uji coba perdana operasional KA Bandara dari Stasiun Besar KA Medan ke Bandara Internasional Kualanamu, Selasa (5/2) siang.

Dia mengatakan, KA Bandara Soetta akan dimulai pada tahun 2014. Saat ini seluruh proses administrasi maupun proyeknya sudah mulai dikerjakan oleh PT Railink. “Tender terbuka secara internasional. Kalau untuk KA Bandara Kualanamu, pemenang tender adalah perusahaan dari Korea dan PT Inka yang memang produsen kereta api di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk rangkaian kereta api dari PT Inka, saat ini digunakan untuk operasional KA Bandara Kualanamu tahap awal. Lalu, rangkaian kereta api KRDE dari Korea akan datang ke Medan pada November 2013. Tim teknisi dari perusahaan Korea akan berada di Stasiun Besar KA Medan selama beberapa waktu sampai kereta api yang dibeli itu benar-benar layak digunakan dan tidak ada masalah.

“Minat negara-negara tetangga cukup besar untuk tender kita. Untuk KA Bandara Soetta, sudah ada peserta dari China, Korea dan Eropa yang ikut mendaftar. Selain itu, PT Inka juga ikut serta. Tapi kita akan melihat sesuai kemampuan masing-masing, mana yang mampu memenuhi keriteria speksi kereta api yang kita minta dan berkualitas yakni Kereta Api Listrik,” ujarnya.

Mengenai  kemampuan daya angkut KA Bandara Kualanamu, dikatakannya, sebanyak 4.472 orang. Dari sarana yang tersedia yakni 4 set kereta api (16 unit rangkaian kereta) berkapasitas 172 orang per set dengan 26 perjalanan sehari tidak sebanding dengan jumlah penumpang pesawat yang berangkat per harinya mencapai 10.000 orang.”Memang, kita mencatat berdasarkan data dari AP II.

Pergerekan penumpang per harinya di Bandara Polonia Medan mencapai 20.000 orang. Per harinya rata-rata penumpang yang berangkat mencapai 10.000 orang dan penumpang yang datang menggunakan pesawat juga sebanyak 10.000 orang per hari. Kemampuan KA Bandara sebanyak 4.472 orang sehari. Artinya ada sekitar 15.000 lebih penumpang yang akan gunakan transportasi lain,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya juga menegaskan bahwa tarif Rp 80.000 sekali jalan dengan KA Bandara itu hanya satu dari beberapa pilihan transportasi alternatif ke Bandara Kualanamu. “KA Bandara kan hanya alternatif transportasi, masih ada transportasi lain pemadu moda Bandara Kualanamu seperti bus,” jelasnya. Tapi moda tranportasi bus ke Kualanamu diperkirakan tidak bisa terealisasi pada Maret 2013 karena tender baru dimulai bulan Februari 2013. (sulaiman achmad)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *