DIJEBAK KEPALA BAPPEDA, DUA PETINGGI LSM GOL

Uang Hasil Perasan Untuk Biaya Kuliah

MEDAN-PM : Dijebak kasus pemerasan terhadap Dani Setiawan Isma, Kepala Bappeda Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), dua anggota LSM Cerdas Anak Negeri Labura  ditangkap saat transaksi di Merdeka Walk, Jl. Pulau Pinang, Kec. Medan Barat, Minggu (3/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Dari lokasi polisi mengamankan barang bukti uang Rp15 juta dan bukti rekaman transaksi. Pasca dijemput, Dani langsung membuat laporan ke Polresta Medan. Sedangkan kedua petinggi LSM tersebut, masing-masing Ramanto Sitorus dan Abdul Kadir dijebloskan ke penjara.

Data yang dihimpun POSMETRO MEDAN, tudingan pemerasan itu berawal saat massa LSM Cinta Anak Negeri mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa di Kejatisu dan Polda Sumut, esok (Senin) terkait kasus dugaan korupsi di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Kabupaten Labuhan Batu Utara. Namun, sebelum ‘meributi’ kasus itu, Dani langsung menghubungi pihak LSM. “Mulai hari Rabu, sudah saling kontak. Mereka minta uang untuk biaya kuliah Rp15 juta, tapi saya minta Rp10 juta,” kata Dani pada kru koran ini, Minggu (3/2) malam usai membuat laporan ke Polresta Medan.

Untuk menjebak pelaku, Dani sepakat memberikan uang tersebut dan janji ketemu di Merdeka Walk. “Tadi siang, kami ketemu di Merdeka Walk, di situ mereka ditangkap. Semua sudah lengkap, rekaman ada,” sambungnya. Dikatakannya, dirinya sengaja menjebak kedua anggota LSM Cerdas Anak Bangsa ini dikarenakan tudingan korupsi terhadap dirinya tidak jelas. “Mereka tudingnya pun tak jelas,” ucapnya di halaman Mapolresta Medan didampingi teman-temannya. Menurutnya, mereka rencananya menggelar aksi demo pengadaan alat GPS sebesar Rp30 juta di Bappeda Labura. “Alat GPS yang hilang di kantor sudah diganti, mereka hanya mengambil data awalnya saja tidak melihat data akhirnya,” elaknya.

“Masalah pengadaan alat GPS, sempat hilang. Cuma sudah diganti dan kami sudah melapor ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Itulah maka saya bilang, mereka hanya melihat data awalnya saja,” jelas pria yang memakai baju kemeja ini. Menurutnya, laporan di BPK telah selesai dan pihaknya juga sudah membuat laporan, yakni laporan pertama tentang kehilangan disertai laporan polisi dan laporan kalau alat GPS tersebut telah diganti. Selain itu, LSM Cerdas Anak Negeri juga menudingnya telah menyelewengkan dana perjalanan dinas sebesar Rp8,4 juta. “Dana perjalanan dinas juga diributi orang itu, tetapi dananya sudah dikembalikan karena tidak jadi berangkat,” ujar pria bertubuh tambun ini. Lagi-lagi, Dani membantah menuding dirinya korupsi di Bappeda, Labura. “Tudingan mereka mengada-ada, itu yang membuat saya kesal,” ucapnya mengakhiri. (eza/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *