BAPAK 3 ANAK DITEMUKAN TEWAS DI PARIT

TRIBUN-MEDAN.com, Pematangsiantar – Revelti Samosir (44) warga Huta IV, Nagori Pematang Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, ditemukan tewas tertimpa sepeda motornya di dalam parit bawah jembatan Hariara, Selasa (5/2/2013) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut informasi di RSU Dr Djasamen Saragih persisnya di kamar mayat, terlihatĀ  Lisbet br Sinaga (40) istri Revelti menangis melihat jenazah suaminya didalam peti, Rabu (6/2/2013).

Informasi yang dihimpun, Selasa malam (5/2/2013) Sekitar Pukul 19.00 WIB ayah tiga orang putri ini pergi minum bersama iparnya bermarga Sinaga ke salah satu warung tuak di Huta III. Beberapa jam menikmati tuak di warung tersebut, keduanya pindah ke warung tuak milik warga bermarga Nainggolan di Huta IV Nagori Pematang Silampuyang dekat rumah Revelti.

Setelah minum beberapa gelas tuak, Revelti terlibat cekcok di luar kedai dengan dua orang pria yang juga peminum di kedai tersebut. “Mereka cekcok terkait masalah mobil angkutan sawit milik Revelti,”kata salah seorang keluarga yang tak mau disebut namanya, Rabu.

Mendengar keributan Iparnya yang sebelumnya datang bersama Revelti langsung melereai keributan tersebut dan satu pria yang terlibat cekcok dengan Revelti berlalu meninggalkan lapo tuak itu. Tak lama berselang, datangĀ  seorang pria lain menghampiri Revelti dan kembali terlibat cekcok.

Tau kondisi sudah tidak kondusif lagi iparnya pun mengantar Revelti pulang. Sesampainya di rumah, Sinaga pun menyerahkan kunci kontak dan sepeda motor kepada Lisbet br Sinaga(40) istri Revelti. Kepada Lisbet, adiknya tersebut pun berpesan agar suaminya tidak diizinkan keluar lagi.

Namun setelah John Sinaga pulang, Revelti memacu sepedamotor Honda Astrea Grand BK 4176 TL miliknya, dengan membawa sebilah kelewang ia bergegas meninggalkan rumah. Istrinya yang mencoba melarangnya pergi pun tak di hiraukan. Melihat hal tersebut Lisbet sang istri pun segera bergegas ke rumah Jhon untuk memberitahukan kepergian suaminya.

Bersama Jhon, Lisbet pun melakukan pencarian, mereka mencoba hubungi handphone Revelti, namun Handphonennya ditinggal di rumah. Akhirnya mereka menghubungi Nainggolan pemilik warung yang mereka kunjungi sebelumnya. Dari Nainggolan mereka mengetahui bahwa Revelti tidak ada disana.

Saat melanjutkan pencarian, kedua kakak beradik Jhon dan Lisbet bertamu dengan seorang warga bermarga Sidabutar yang memberitahukan kalau ia melihat sepeda motor milik Revelti terperosok di dalam parit dibawah jembatan.

Mereka pun menghubungi pihak kepolisian. Tidak terlalu lama setelah mendapat pemberitahuan dari Lisbet, pihak kepolisian datang bersama masyarakat setempat dan langsung mengangkat sepeda motor tersebut. Di bawah sepeda motor mereka menemukan Revelti dan sudah tak bernyawa lagi dengang wajah lebam dan luka.

Polisi selanjutnya membawa jenazah ke Unit Instalasi Jenazah dan Forensik RSUD Dr Djasamen Saragih untuk menjalani Autopsi. Dari hasil keterangan Ahli Forensik RSUD, dr Reinhard JD Hutahaean. SpF diketahui terdapat beberapa luka ditubuh korban yaitu, luka robek di wajah dan dahi, serta trauma benda tumpul. Luka lecet di pipi kanan dan memar pada pipi kiri.

“Ditemukan tanda-tanda mati lemas sedang estimasi lama kematian di perkirakan 12 jam,”kata Reinhard. Selanjutnya pihak forensik akan melakukan uji Toksikology. Terkait penyebab kematian, dokter belum mau memberitahu agar tidak mengganggu proses penyelidikan.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *