60 HEKTARE LAHAN PADI DI KARO TERANCAM PUSO

MedanBisnis – Medan. Petani padi di Karo diimbau untuk melakukan panen lebih cepat dari yang seharusnya guna mengantisipasi potensi puso yang diakibatkan banjir yang diperkirakan mengancam 60 hektare lahan padi.
Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pengamat Hama Penyakit (PHP) Kabupaten Karo, Rusli dalam rapat posko di Aula UPT BPTPH Sumut, Selasa (5/2) di Medan.

Dikatakannya, sejak tanggal 26 Januari lalu, curah hujan di Karo cukup tinggi. Hal tersebut mengakibatkan 220 hektare lahan padi tergenang. Padahal, usia tanaman padi tersebut sudah memasuki masa panen seperti di Kecamatan Mardinding dan Lau Baleng.

Secara keseluruhan lahan padi di Karo saat ini seluas 624,5 hektare. Petani di lahan yang tergenang banjir, sebagian sudah melakukan pemanenan lebih cepat. “Daripada puso, lebih baik mereka panen lebih cepat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihaknya memang merekomendasikan kepada petani untuk memanen lebih cepat karena usia tanaman sudah memasuki masa panen dalam waktu beberapa hari lagi. Lagipula, katanya, tenaga pemanen saat ini juga banyak yang mendatangi petani untuk memanen.

Menurut Kepala UPT BPTPH Sumut, Bahrudin Siregar, seluruh petugas PHP untuk memberikan perkembangan  di lapangan dengan lebih cepat. Dengan demikian, potensi puso yang disebabkan bencana ataupun OPT bisa diantisipasi atau diminimalisir dengan tindakan yang lebih cepat.  “Seluruh petugas PHP harus mennginfokan ke koordinator PHP atau ke saya, setiap ada perkembangan sekecil apapun, bisa lewat pesan singkat (sms) sekalipun,” tambahnya.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *