2012, PRODUKSI PADI LANGKAT 474.889 TON

MedanBisnis – Langkat. Produksi padi Kabupaten Langkat tahun 2012 mencapai 474.889 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara beras 257.826 ton. Angka ini melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, sebanyak 444.566 ton atau setara beras 243.288 ton.
“Sepanjang tahun 2012,  cuaca cukup bagus dan kita juga sudah menaikkan indeks pertanaman  (IP), di setiap wilayah pertanian di Langkat, sehingga kita telah merelisasikan produksi padi sebanyak 474.889 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, H Basrah Daulay melalui Sekretaris Pertanian, Mahruzar, kepada MedanBisnis, Jumat (1/2) di Stabat.

Dari Indek Pertanaman padi satu kali dalam setahun (IP-1), kata dia, pihaknya sudah menaikkan menjadi IP-2, dan IP2 juga dinaikkan lagi menjadi IP-3 atau dalam setahun bisa dilakukan 3 kali untuk penanaman padi.

“Untuk indek pertanaman itu bisa naik, tentu tidak terlepas dari kegiatan bantuan pihak pemerintah ke petani. Salah satunya dengan memberi bantuan pembuatan/perbaikan lening air, bantuan jides (jaringan irigasi desa) dan lainnya, termasuk cara pengelolaan lahan dan tanaman padi serta penggunaan bibit padi unggul,” jelasnya.

Mahruzar mengatakan, dari produksi beras 257.826 ton tersebut dikalikan dengan jumlah penduduk Langkat sekitar 1.210776 maka rata-rata mengonsumsi beras per orang, 130 kg per  kapita per tahun. Dari jumlah tersebut komsumsi beras Langkat sebanyak 157.401ton maka ada kelebihan beras yang diproduksi pada tahun 2012 yakni sebesar 100.425 ton beras atau 63,80%.

“Pada tahun 2012, Langkat mengalami kenaikan produksi beras sebanyak 15.798 ton, dari tahun sebelumnya (2011) sebanyak 242.028 ton,” jelas Mahruzar.( reza fahlevi )
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to 2012, PRODUKSI PADI LANGKAT 474.889 TON

  1. Wan says:

    kalo gunung slauaweh sih ga ada apa2nya.. tapi ga tau juga kalo aku ke takengon lewat blang keujeuren apa bakal tumbang juga alias muntah?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *