USUT TUNTAS KASUS BERAS OPLOSAN

Medan ( Berita ) :  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara menyatakan kepolisian daerah setempat harus mengusut tuntas kasus pengoplosan beras dari Bulog yang merugikan masyarakat.”Proses hukum terhadap pelaku beras oplosan itu harus diselesaikan hingga ke pengadilan, sehingga dapat membuat efek jera,” kata Ketua YLKI Sumatera Utara Abubakar Siddik di Medan, Senin [04/01].

Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut berhasil mengungkap sindikat pengoplosan beras Bulog dan non-Bulog menjadi kemasan merk Apel ukuran 50 Kg, di Gudang 899 Kayu Putih, Medan Belawan, Rabu malam (9/1).

Selain itu, petugas menyita sebanyak 200 ton beras Bulog, 300 ton beras tanpa merek dan 20 ton beras merek Apel hasil re-packing. Petugas berwenang juga memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik gudang bernama H alias Aseng.

Abubakar mengatakan, kegiatan beras oplosan tersebut sudah berlangsung cukup lama beredar di masyarakat, namun baru kali terbongkar pihak berwajib.

Selain itu, jelasnya, pelaku juga memasarkan produk yang tidak sesuai dengan standar.Dan dari hasil menjual beras oplosan tersebut, pelaku mengaut keuntungan yang cukup besar. “Jadi, wajar pelaku pengoplosan beras tersebut, diberikan sanksi hukum yang cukup berat, sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukannya,” ucap dia.

Abubakar mengatakan, memasarkan beras oplosan itu sama saja dengan melakukan penipuan terhadap konsumen karena menjual barang yang tidak bagus atau tidak berkualitas.

Oleh karena itu, katanya, pihak Polda Sumut harus menyelesaikan kasus beras oplosan dan menyeret pelakunya ke pengadilan. “Kasus praktik penipuan tersebut tidak boleh dibiarkan, karena sudah banyak warga yang dirugikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pelaku yang sengaja menjual beras oplosan dapat dijerat melanggar Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Pelaku pengoplosan beras tersebut bisa diancam hukuman maksimal lima tahun penjara atau membayar denda Rp2 miliar. Proses hukum harus tetap ditegakkan terhadap pelaku,” kata Abubakar. (ant )
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *