NENENG SRI WAHYUNI HADAPI TUNTUTAN JAKSA

Jakarta – Jaksa penuntut umum KPK akan membacakan tuntutan terhadap Neneng Sri Wahyuni dalam sidang lanjutan hari ini. Istri Nazaruddin ini didakwa terlibat dalam perkara korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Tati Hardiyanti dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (5/2/2013). Tim JPU yakni I Kadek Wiradana, Jaya P Sitompul, Rini Triningsih, Ahmad Burhanudin dan Guntur Ferry Fathar akan bergantian membaca surat tuntutan.

Neneng didakwa bersama Muhammad Nazaruddin, Marisi Matondang, Mindo Rosalina Manulang, Arifin Ahmad dan Timas Ginting, secara melawan hukum melakukan intervensi terhadap pejabat pembuat komitmen dan panitia pengadaan dalam penentuan pemenang lelang pada kegiatan pengadaan dan pemasangan PLTS pada tahun 2008.

Selain itu, Neneng yang bekerja di PT Anugrah Nusantara ikut terlibat mengalihkan pekerjaan utama dari PT Alfindo Nuratama Perkasa sebagai pemenang tender proyek kepada PT Sundaya dalam proses pelaksanaan pekerjaan pengadaan dan pemasangan PLTS. Hal ini bertentangan dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam proyek ini, Neneng disebut memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi. Jaksa mengatakan Neneng, Nazaruddin atau PT Anugrah Nusantara diuntungkan Rp 2,2 miliar. Kerugian negara tercatat mencapai Rp 2,7 miliar. Perbuatan Neneng diancam pidana Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
sumber : detikcom

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *