KEJARI GUNUNGSITOLI JALAN DI TEMPAT

GUNUNGSITOLI (Berita): Masyarakat Kepulauan Nias melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Pengawasan Minyak dan Gas Indonesia (LSM BASMI) mendesak pihak Kejaksaan Nageri Gunungsitoli untuk segera menindaklanjuti permasaalahan penggunaan BBM bersubsidi oleh PT Telkomsel dalam mengoperrasikan sejumlah genset di masing-masing Tower telkomsel di wilayah kepulauan Nias.

Laporan tersebut resmi diserahkan oleh pimpinan LSM BASMI Kepulauan Nias di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli  pada tertanggal 1 Agustus 2012 yang diterima langgsung oleh salah staf Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, namun hal itu terkesan jalan di tempat.

Masyarakat berkehendak kiranya terhadap para pelaku segera dilakukan penahanan, karena bila hal ini dibiarkan maka hanya semakin menambah catatan penderitaan masyarakat akan kebutuhan dan ketersediaan BBM, juga semakin meningkatnya kerugian negara yang diakibatkan oleh perbuatan para pelaku dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Ketua LSM BASMI Kepulauan Nias Notarius Mendrofa di dampaingi sekertaris Najarius Halawa SH kepada wartawan di sekret riat LSM BASMI Kepulauan Nias jalan Supomo nomor 15 Gunungsitoli mengatakan bahwa laporan pengaduan tentang penyalahgunaan BBM Bersubsidi dengan nomor surat 007/BASMI-KN/VII/2012 dan lampirannya, yang dilakukan Telkomsel bersama kroni-kroninya, telah di serahkan kepada kejaksaan Negeri Gunungsitoli  tertanggal 1agudtud 2012 namun sampai sekarang masih belum ada realisasi, kita kiranya berharap kepada kejaksaan negeri Gunungsitoli untuk lebih serius menindaklanjutinya demi kesejahteraan masyarakat terhadap ketersediaan dan pemenuhan BBM bersubsidi.

Dikatakan bahwa berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh LSM BASMI Kepulauan Nias bahwa  berdasarkan Perpres No.15 tahun 2012 dalamm lampirannya menerangkan bahwa perusahaan Telekomunikasi tidak termasuk sebagai pengguna BBM bersubsidi dari pemerintah melainkan perusahaan Telekomunikasi pengguna bahan bakar non subsidi.

Selanjutnya terhitung sejak 2008 pihak PT Terkomsel dalam mengoperasikan sejumlah mesin Genset di masing-masing tower Telkomsel di Kepulauan Nias, menggunakan BBM bersubsidi. Mitra kerja PT Telkomsel sebagai pemenang tender  dalam hal penyaluran BBM tersebut adalah PT Bisma Niaga Lestari yang beralamat di jalan Sisingamangaraja KM 6,5 Medan Sumatera Utara.

PT Bisma Niaga Lestari dalam operasinya menyalurkan BBM untuk kebutuhan tower Telkomsel di Kepulauan Nias, mengabaikan Perpres  No.15 tahun 2012, bahkan secara terus menerus menggunakan BBM bersubsidi yang merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin, yang tidak mampu membeli BBM yang mahal.

Selama beroperasinya PT.Bisma Niaga Lestari manyalurkan BBM di sejumlah tower telkomsel di Kepulauan Nias, maka berdasarkan data investigasi dari LSM BASMI Kepulauan Nias ditemukan Kerugian Negara sebesar R.6.480.000.000.(enam miliar empat ratus delapan puluh juta rupiah.

Kajari Gunungsitoli Edisumarno SH didampingi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya mengatakan  bahwa laporan pengaduan dari LSM BASMI Kepulauan Nias benar telah diterima terima oleh pihak kejaksaan dan sudah masih dalam tahap  penyelidikan, beberapa pihak telah di undang dan dipanggil guna pengambilan keterangan, namun selanjutnya dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dilakukan pemanggilan kembali untuk keperluan kelengkapan pemberkasan untuk tahapan penanganan  dan peningkatan berikutnya. (fmz)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *