JALAN NASIONAL DI LINTASAN KOTA KABANJAHE PERLU PERBAIKAN

Starberita – Tanah Karo, Jalan Nasional (Jalan Negara-Red) yang berada di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe butuh perbaikan, pasalnya badan jalan di sepanjang  kurang lebih 1 Km terhitung mulai dari Simpang 3 Mesjid Agung hingga Simpang Gang Saudara Jalan Jamin Ginting Kabanjahe tampak berlobang-lobang, dan hal ini diprediksi telah membahayakan pengguna jalan baik kenderaan roda dua maupun roda empat.
Ironisnya, badan jalan yang tampak paling rusak parah berada di seputaran depan kantor bupati karo, sehingga menuai kesan negatif masyarakat bagi para lembaga eksekutif ini. Karena disinyalir disamping sudah dapat mengancam korban nyawa, badan jalan ini sudah jelas-jelas mengganggu konsentrasi para pegawai untuk melangsungkan aktivitasnya.

“Seingat saya, hampir dua tahun jalan ini tidak tersentuh perawatan, padahal jalan ini disebut–sebut  jalan SBY (Jalan Negara), mestinya kan pihak penyelenggara jalan ini sudah lebih mengutamakan perawatan rutin di areal ini. Karena disini areal kota, terlebih lebih seputaran kantor pemerintahan, jadi kami para warga mengherankan cara kerja para eksekutif sekarang ini,”  Ujar Susi Hartati (24),Minggu (3/2).

Masih kata gadis belia lulusan Universitas Mulawarman 2012 ini, dia juga mengutarakan keluhan orangtuanya yang bekerja di kantor Bupati Karo yang menggunakan sepeda motor setiap masuk kantor. Dijelaskannya, bahwa ayahnya sering dikejutkan jebakan lobang saat menuju kantor bupati. “Terkadang nyaris  ditabrak mobil dari belakang karena hanya mengelakkan lobang  badan jalan,” Cetusnya, menirukan keluhan ayahnya, sembari mengaku berdomisilidi Jalan Nabung Surbakti  Kabanjahe dan berharap agar pihak penyelenggara jalan segera melakukan tindakan perbaikan.

Sedikit beda dengan komentar Idris Pardosi (23), Kaprianto M (23)  keduanya aktivis Mahasiwa  Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Menurut pemuda asal Desa Bandar Purba Kec Mardingding Karo ini,  sesuai informasi di beberapa media bahwa di Jalan Nasional Wilayah I ini sudah sering terjadi peristiwa Laka tunggal hingga menelan nyawa korban. Jadi kita harapkan, pihak Komisi B DPRD Kab Karo agar segera berkoordinasi dengan Pihak Pemkab Karo untuk segera menyurati pihak penyelenggara jalan Nasional ini guna untuk poerbaikan.

Jika permohonan itu tidak diindahkan, kita bisa bekerja sama mencari data-data laka tunggal yang terjadi di seputaran jalan Nasional khusunya di Kota Kabanjahe. “Mencari data itu tidak sulit, kita cukup bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Tanah Karo melalui Kasat Lantas Tanah Karo, karena mereka sudah mengantongi semua kategori-kategori peristiwa, ” ujar mereka, Minggu (3/2) DI Kabanjahe.

Masih kata kedua aktivis mahasiswa ini, setelah mendapat data-data otentik dari pihak berwajib, selanjutnya kita dapat berkoordinasi terhadap para keluarga korban yang bersangkutan guna menindaklanjuti amanah pasal 1,2,3 Bab XX  UU No 22 Tahun 2009, Tentang Ketentuan Pidana Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

Pantauan andalas, Minggu (3/2) kondisi fisik badan jalan Nasional mulai dari simpang 3 Mesjid agung persis di depan SPBU hingga Simpang Gang Saudara Jln Jamin Ginting Kabanjahe, sudah tampak berlobang-lobang. BEntuk lobang bervariasi, ada yang membentuk bundaran (bulat) dan ada yang memanjang. Kedalaman lobang diperkirakan kira-kira 20-30 CM. Jika pada kondisi hujan, lobang yang terisi air diduga sering menjebak para pengendara  kenderaan.

Sementara itu, Kepala perawatan Balai Besar Jalan Nasioanl Wilayah I Hermansyah, tidak pernah berhasil dikonfirmasi, menurut beberapa pegawai yang berada di Kantor Cabang Perawatan Jalan Nasioanal Jln Jamin Ginting  Perumahan Graha Mandala Kabanjahe bahwa kepalanya jarang turun ke Karo. “Kepala lebih sering di Medan bang, jadi sabarlah menunggu dia, kami tidak memahami apa yang abang tanya,” ujar seorang pria yang tinggal di Kantor.(LAMS/MBB)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *