SIDANG DARWINSYAH TERKESAN DITUTUP-TUTUPI

Medan-andalas Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Darwinsyah, ternyata telah divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, yang diketuai M Nur, pada 11 Januari 2013 lalu di ruang Kartika pada pukul 11.00 WIB.

Vonis tersebut terkesan ditutup-tutupi kepada wartawan oleh Jaksa Penuntut Umum Vera dan Joice serta majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan tersebut.

Karena jadwal vonisnya tersebut tidak pernah tercatat pada layar pengumuman Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dimana biasanya setiap sidang, jadwalnya secara lengkap selalu diinformasikan melalui layar pengumuman yang ada di PN Medan.

Pihak Pengadilan Tipikor Medan membenarkan bahwa Darwinsyah sebenarnya telah dijatuhi vonis pada 11 Januari 2013 lalu, dengan Majelis Hakim diketuai M Nur, dimana sidang digelar di ruang kartika pada pukul 11.00 Wib.

“Kalau proses persidangan saya tidak tahu seperti apa. Hanya saja jadwal yang tercatat sidang digelar pada pukul tersebut,” ucap Humas PN Medan, Ahmad Guntur, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler Minggu (3/2) sore.

Dimana Darwin ternyata telah divonis hukuman 14 bulan penjara, karena terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terhadap anggaran di Kesbangpol dan Linmas Sumut tahun 2010. Dan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya hukuman 18 bulan penjara.

Tidak hanya itu, terpidana juga harus membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara, Uang Pengganti (UP) Rp400 juta, dengan catatan jika uang tersebut tidak dibayarkan maka harta benda terdakwa akan disita atau dilelang.

Namun, jika harta benda tersebut tidak mencukupi maka akan digantikan dengan pidana penjara atau subsider selama enam bulan penjara. Dan memerintahkan terdakwa tetap berada di dalam tahanan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus, Robinson Sitorus Pane, mengaku lupa dan tidak mengetahui kapan pastinya persidangan kasus  tipikor yang ditangani Kejari Medan tersebut, ketika ditanya jadwal persidangan dan proses peradilannya mantan Kepala Kesbang Linmas Pemprov Sumut, Darwinsyah.

Robinson yang dihubungi melalui selulernya hari ini,  mengatakan mengaku tidak bisa menjawab kapan jadwal pasti persidangan dari terpidana tipikor Darwinsyah , karena  saat itu persidangan diikuti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vera dan Joice, dimana salinan atas putusan tersebut hingga sekarang masih belum ada di mejanya.

“Bukan aku tidak tahu, tapi tidak ingat, itu juga kutanya sama Jaksa yang menyidangkan kasusnya Vera, yang bilang kalau dia lupa kapan disidangkan karena ditanya pas hari libur.
Kalau aku, hingga sekarang masih belum menerima salinan dari putusan majelis hakim di meja aku, garis merahi aku sebagai Kasi Pidsus tapi entahlah kalau Kajari Medan,” ujar Robinson.

Saat juga ditanya pendapat Humas PN Medan, Guntur tentang tanggapan Kasipidsus Kejari Medan, menyatakan, jika persoalan putusan persidangan kasus seharus dikuasai oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dimana putusan haruslah dihadiri oleh pihak kejaksaan sebagai penuntut umum.

“Aneh saja kalau jaksa bilang tidak tahu kapan sidang putusan. Tidak ada yang boleh ditutup-tutupi. Jadi kalau persoalan Putusannya kapan diakan punya agenda sidang dibukanya dong dan aneh kalau dia bilang tidak ingat atau tidak tahu,”ucap Guntur.

Sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan JPU menyebutkan Darwinsyah didakwa telah merugikan negara sebesar Rp2,417 miliar, yang diduga diselewengkan dari sisa anggaran dana Badan Kesbangpol dan Linmas Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2010 yang tidak disetorkan pada kas daerah. (starberita)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *