POLISI DIMINTA TANGKAP GURU SMP PAB PENGANIAYA MURID

Percut Sei Tuan-andalas Dinilai telah bertindak ala premanisme dan mencoreng dunia pendidikan, Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Percut Sei Tuan, minta agar pihak Kepolisian segera menangkap oknum guru SMP PAB Sampali, penganiaya muridnya hingga mengalami pipi lembam dan kepala benjol. Apapun alasannya dalam mendidik murid tidak boleh menganiaya dan main pukul.

Demikian ditegaskan Ketua DPC FPI Percut Sei Tuan Zulpan, didampingi kedua orangtua korban, kepada wartawan, di kediamannya di Desa Sampali, akhir pekan lalu. Menurutnya, sesuai hasil laporan polisi, Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STTPL/ 79/ K/ I/ 2013/ Percut, pada 19 Januari 2013, di tandatangani KA SPKTRU III/C, Aiptu Pol B.Simbolon dengan melampirkan surat visum dari dokter, sudah layak untuk ditindaklanjuti.

Dalam keterangan STTPL Polisi tersebut, Doni Setiawan (13) siswa kelas 7,I SMP PAB Sampali, penduduk jalan Irian Barat, Gang Meranti, No 18, Dusun XIX, Desa Sampali yang menjadi korban pemukulan oknum guru Fitrianto, menerangkan pada Jumat 18 Januari 2013, sekitar pukul 11.30 WIB telah terjadi tindak pidana penganiayaan.

Saat itu korban Doni Setiawan yang berkelahi dengan sesama murid di SMP PAB 8, Jalan Pasar Itam, Desa Sampali tersebut didatangi pelaku Fitrianto. Oknum guru itu langsung memukul kepala korban hingga sakit, bahkan pelaku juga memukul pipi sebelah kiri korban hingga mengalami bengkak memar.

Kejadian main pukul oknum guru bidang studi Elektro ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena ini bukan program pendidikan.Seharusnya sebagai guru, Fitrianto harus mampu menjadi suri tauladan bagi murid muridnya, bukan main pukul dan tinju ala premanisme begitu.

“Kami berharap Kapolsek Percut Kompol Erinal segera bertindak tegas dan menangkap pelaku, agar menjadi efek jera, sehingga tidak terulang kembali,” sebut Zulpan.

Sementara, kedua orangtua korban, Sopian (34) bersama istrinya Paini (33), kepada wartawan mengatakan tidak bisa berbuat apa apa, “Kami merasa sedih, mengapa harus anak kami (Doni Setiawan- red) yang dipukul gurunya.?, seharusnya guru itukan memisahkan dan mendamaikan anak anak yang berkelahi”, ungkap mereka.

Sementara, Fitrianto, guru sekolah bidang Elektro yang menganiaya siswanya ketika ditemui di sekolah SMP PAB Jum’at (1/2) mengakui telah menampar korban dikelasnya.

Tindakan itu dilakukannya karena dia menilai kelakuan Doni sudah kelewat batas, seraya menuding Doni telah mengganggu teman sekelasnya sampai menangis.(FT)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *