DUA PENCURI SEPEDA MOTOR NYARIS DIBAKAR MASSA

Dua pencurian sepeda motor, Daud Marbun (22) warga Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Riau dan Supriadi (39) warga Desa Melati I, Kecamatan Perbaungan, Sergai, babak belur dihajar massa setelah kedapatan mencuri sepeda motor Honda Beat BK 6029 MAC di Jalan Industri Dusun II Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kamis (31/1) sekira pukul 22.00 WIB.

Beruntung polisi cepat datang sehingga kedua pelaku itu selamat dari amukan massa yang akan membakarnya.

Informasi dihimpun, sebelumnya kedua tersangka berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Soul warna hitam tanpa plat berkeliling kota Tanjung Morawa untuk mencari mangsanya.

Saat melintas di Jalan Industri Dusun II Desa Tanjung Morawa B tepatnya di depan rumah makan Kenanga, kedua tersangka melihat sepeda motor Honda Beat BK 6029 MAC milik Tan Anai (50) warga sekitar, parkir di depan rumah makan tersebut.

Melihat sepeda motor korban yang kuncinya tergantung di stang itu, tersangka Supriadi memberhentikan sepeda motornya dan mengambil sepeda motor milik korban. Aksi Supriadi, terlihat oleh korban yang saat itu sedang duduk di rumah makan dan langsung meneriaki maling.

Selanjutnya warga mengejar Supriadi dan Daud yang lari ke depan gudang Vista Were House yang tidak jauh dari rumah makan itu. Di depan gudang tersebut Daud Marbun terjatuh.

Melihat hal itu, Rahmatsyah Eko (31) salah seorang satpam gudang Vista Were House segera menolong Daud, namun tiba-tiba Supriadi datang dan langsung menarik tangan Daud dengan mengatakan bahwa dia (Daud, red) merupakan adiknya.

Saat itu berteriak rekan Rahmatsyah yang bernama Ali Anwar sambil menyebutkan bahwa Daud Marbun dan Supriadi adalah maling sepeda motor yang sedang dikejar massa.

Mendengar teriakan itu, Supriadi langsung mengeluarkan sebilah pisau kuning dari kantongnya dan menikamkannya kearah perut Eko.

Melihat hal itu, Eko mengelak dan menangkis pisau tersebut dengan mengangkat kaki sebelah kanan. Sehingga tikaman pisau itu mengenai dengkul kanannya dan terpaksa mendapat 4 jahitan.

Tidak berapa lama insiden itu, massa yang sudah mengejar kedua pelaku dari depan rumah makan Kenanga berhasil meringkus kedua pelaku dan menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi. Akibatnya kepala kedua pelaku bocor.

Bahkan massa meneriaki agar kedua pelaku dibakar saja. Belum sempat niat massa itu kesampaian, Polisi yang saat itu melintas berhasil mengamankan Daud dari amukan massa, sedangkan Supriadi berupaya kabur kearah rumah warga.

Melihat upaya Supriadi untuk meloloskan diri, petugas Polsek Tanjung Morawa dipimpin Kanit Reskrim Iptu Martualesi SH segera mengejar Supriadi dan tidak berapa lama berhasil meringkusnya.

Kedua pelaku berikut barang bukti dua unit sepedamotor Honda Beat BK 6029 MAC milik korban dan Yamah Soul tanpa plat yang dipakai tersangka serta sebilah pisau kuning diamankan ke Polsek Tanjung Morawa.

Tersangka Daud kepada petugas mengaku mengenal Supriadi sekitar 2 minggu lalu di terminal Amplas. Saat itu Daud yang baru tiba di Medan dari Pekan Baru berniat mencari kerja.

Oleh Supriadi, Daud dijanjikan akan dibantu mencari pekerjaan sehingga Daud mengikuti Supriadi.

“Dia (Supriadi, red) berjanji mau membantu mencari kerjaan tapi malah aku diajak mencuri,” ujar Daud Marbun.

Sedangkan pengakuan Supriadi kepada petugas, baru dua kali ia mencuri sepeda motor, sebelumnya ayah dua anak ini berhasil mencuri sepeda motor di depan jembatan timbang di Tanjung Morawa.

Hasil curiannya dijual kepada seseorang berinisial B yang dikenalnya di kafe Granit, dengan harga Rp 2 juta per unit. “Uang hasil curian itu aku gunakan untuk biaya hidup,” ungkap pria bertato kawat pada lengan kiri.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Telly Avin SIK bersama Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH mengatakan kedua tersangka masih diperiksa intensif guna pengembangan.

Selain dijerat kasus curanmor, tersangka Supriadi juga terjerat kasus penganiayaan terhadap Eko, satpam gudang Vista Were House. (BOB)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *