AIR PDAM TIRTANADI KERUH, PELANGGAN MENGELUH

Lubuk Pakam-andalas Beberapa pelanggan air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirtanadi di Lubuk Pakam, mengeluh. Sebab, air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berwarna keruh dan mengandung endapan seperti lumpur.

Hingga pelanggan atau konsumen ragu untuk menggunakannya sebagai air minum dan keperluan lainnya yang memerlukan air higienis.

Seperti diungkapkan Rotua boru Kembaren (36) warga Jalan Tengku Fakhruddin Lubuk Pakam, seorang ibu rumah tangga kepada andalas, Minggu (3/2) dikediamannya, hampir selama sebulan ini air yang dipasok dari perusahaan air BUMD tersebut ke rumahnya berwarna keruh dan mengandung endapan seperti lumpur. Sehingga terpaksa harus membeli air galon untuk mencukupi kebutuhan air bersih di rumahnya.

“Hampir sebulan ini, aku membeli air galon untuk mencukupi kebutuhan air bersih untuk memasak dan air minum, karena air yang dari PDAM Tirtanadi itu warnanya keruh dan ada endapan lumpurnya, sehingga aku ragu untuk menggunakannya,”ujar Rotua.

Lagi pula hampir sebulan ini hujan turun, apa karena hal itu makanya air dari PDAM menjadi keruh. Kalau begini terus bagaimana pertanggungjawaban pihak PDAM Tirtanadi terhadap konsumennya.

“Padahal tiap bulan kami harus bayar kewajiban, sementara air yang kami dapatkan tidak layak untuk digunakan,”beber Rotua.

Hal senada dikeluhkan Rika Debora (44), warga Jalan Setia Budi Lubuk Pakam yang selama ini menggunakan air PAM Tirtanadi untuk keperluan rumah tangga.

Akibat sering keruhnya air dari PAM tersebut, terpaksa Rika membeli peralatan untuk menjernihkan air yang harganya sangat mahal.

“Terpaksa saya beli peralatan penjernih air walaupun harganya sangat mahal, karena sudah sering air PAM Tirtanadi ini keruh dan ada endapan seperti lumpur yang saya rasa tidak sehat untuk digunakan sebagai air minum dan keperluan memasak,” ujar Rika, yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah SMU swasta di Lubuk Pakam.

Menanggapi hal itu, pihak PDAM Tirtanadi Cabang Lubuk Pakam melalui Kepala Cabang Nuh Siregar SE, kepada andalas, melalui telepon seluler saat dihubungi mengatakan, keruhnya air PDAM Tirtanadi selama beberapa waktu ini disebabkan hujan yang turun hampir setiap hari hingga terjadi banjir dan hal ini membuat kadar kekeruhan air meningkat.

“Keruhnya air PDAM Tirtanadi dikarenakan hujan yang turun hampir setiap hari sehingga banjir dan membuat kadar kekeruhan air meningkat, dan lagi terjadinya banjir karena hujan di gunung,” ujar Nuh.

Ia menambahkan, untuk mengatasi permasalahan air keruh dan mengandung lumpur ini, PDAM Tirtanadi telah meminta dan berkoordinasi dengan PDAM Tirtanadi Sumut yang merupakan pengelola utama pasokan air untuk PDAM Tirtanadi L Pakam, agar kadar kekeruhan air diturunkan. Namun, karena kondisi cuaca yang menyebabkan turunnya hujan dan menyebabkan banjir, maka kadar kekeruhan itu agak sukar ditanggulangi.

Sedangkan, salah seorang staf di PDAM Tirtanadi Lubuk Pakam yang namanya tidak ingin dituliskan, menjelaskan, air PDAM Tirtanadi yang didistribusikan kepada seluruh pelanggan di Lubuk Pakam berasal dari air Sungai Ular yang dikelola PDAM Tirtanadi Sumut dan dipasok ke PDAM Tirtanadi L Pakam sebagai pemasar.

Dan, air telah dikelola PDAM Tirta Sumut adalah air yang layak di minum langsung, tetapi ketika sudah di distribusikan ke pelanggan melalui PDAM Tirtanadi L Pakam berubah menjadi air bersih saja dan tidak bisa diminum langsung. (Bob)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *