RAHASIA PANJANG UMUR

Stres ternyata bisa membuat orang panjang umur.

LOS ANGELES – Jika beruntung, kita semua akan terus hidup hingga usia lanjut. Mau tidak mau, kebanyakan dari kita akan memiliki uban, kulit keriput, badan ringkih, pikun dan penyakit akibat penuaan lainnya.

Tapi semua ini jangan selalu dianggap sebagai kabar buruk. Dengan bertambahnya usia, kita akan makin bijaksana dan seringkali memiliki tingkat emosional yang lebih stabil dan menjalani hidup ini dengan apa adanya. Namun banyak orang yang menghadapi masa tua dengan sulit mengingat kita hidup di tengah dunia yang begitu mendewakan awet muda.

Salah satunya adalah California, Amerika Serikat, yang dipenuhi dengan masyarakat dimana setiap orang ingin tetap muda, menarik dan bugar. Menjadi tua, kelihatan tua, bersikap seolah-olah tua bukanlah pilihan, sehingga membuat Ageing Centre University of California di Los Angeles mengubah namanya menjadi Longevity Center alias Pusat Panjang Umur, untuk “memberikan kesan yang lebih positif,” kata direktur Longevity Centre Dr Gray Small.

“Diskriminasi terhadap umur – prasangka terhadap usia tua – adalah masalah yang luar biasa besar,” kata Dr Small.

“Orang harus memahami bahwa orang berusia tua adalah juga manusia. Semakin cepat Anda memahami hal ini, Anda bisa menghilangkan diskriminasi terhadap umur dan rasa ketakutan itu. Sebagian dari ketakutan itu adalah ketakutan diri kita sendiri menghadapi kematian dan bertambah tua, jadi kita ingin melawan proses alami itu,” sahutnya.

Para ilmuwan telah sejak lama meneliti rahasia panjang umur dan hidup sehat dan melakukan berbagai percobaan.

Bebas stres seringkali disebut sebagai resep panjang umur, namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Lewis Terman di Stanford University tahun 1921 menepis keyakinan yang dipercaya oleh banyak orang itu. Penelitian yang dilakukannya memantau kehidupan dari sekitar 1.500 orang mulai dari masa kanak-kanak sampai mati dan mencoba mencocokkan perilaku dengan peristiwa kehidupan yang sebenarnya terjadi dengan bagaimana individu tersebut berkembang selama beberapa tahun kemudian.

Selama dua dekade ini, penelitian tersebut telah diperbaharui oleh Howard Friedman, seorang profesor psikologi di University of California  di Riverside.

“Kami meneliti orang-orang yang yang paling gigih, paling bekerja keras, paling aktif, dan mencapai kesuksesan yang paling banyak, dan seringkali mereka itu adalah orang yang paling stres – mereka adalah orang-orang yang tetap sehat dan hidup paling lama,” jelasnya.

“Orang-orang yang mengatakan, ‘Saya tidak stres, saya santai saja, saya akan pensiun dini,’ – mereka adalah orang-orang yang cenderung meninggal di usia muda. Ini sungguh mengejutkan dan ini berbeda dengan apa yang selama ini kita dengar.”

Menurut penelitian tersebut, sedikit khawatir adalah hal yang baik. Penelitian juga dilakukan terhadap orang-orang yang menjalani kehidupan mereka dengan hati-hati.

“Mereka cenderung memiliki kebiasaan yang lebih sehat,” imbuhnya.

“Mereka tidak suka merekok, mereka tidak suka minum minuman keras secara berlebihan. Namun kami juga menemukan bahwa orang yang hati-hati cenderung lebih sukses dalam karir mereka, yang merupakan faktor kuat untuk mendapatkan kesehatan dan panjang umur.”

Penelitian ini juga meneliti orang yang hidup dengan lebih bermakna dan menjalani kehidupan sosial yang bertanggung jawab, membantu orang lain, melibatkan diri dengan orang lain dan ke dalam kelompok komunitas mereka, akan hidup lebih lama.

Peribahasa yang mengatakan bahwa orang baik akan mati muda, tidaklah berlaku.

Tapi proses penuaan secara fisik ini terus-menerus menantang para ilmuwan. Kita semua sudah terbiasa dengan cara tubuh kita berubah – tetapi perubahan yang terjadi pada tingkat sel yang lebih kompleks.

“Proses penuaan tidak bisa dipahami seluruhnya,” kata Dr Stephen Coles, dosen di departemen kimia dan biokimia di UCLA dan salah satu pendiri Kelompok Riset Gerontologi.

Coles, yang mempelajari super centenarians – orang-orang yang berusia 110 tahun dan lebih – menjelaskan bahwa penurunan dimulai sejak kita memasuki usia 30 tahun.

“Proses penuaan mengambil alih dengan cara kejam… menyerang semua organisme biologis.”

Salah satu bidang penelitian tentang penuaan, pada tingkat sel, terfokus pada peran telomere. Telomere adalah bagian pelindung yang ditemukan di bagian ujung kromosom, yang seringkali disamakan dengan ujung tali sepatu. Peran telomere adalah untuk melindungi ujung kromosom dan untuk mencegah hilangnya informasi genetik selama pembelahan sel.

Telomere menjadi pendek atau rusak setiap kali sel membelah dan replikasi sel berhenti ketika telomere menjadi terlalu pendek.

Telomere yang lebih pendek ini dikaitkan dengan risiko tinggi untuk sejumlah penyakit, seperti penyakit jantung dan demensia.

“Telomere yang pendek memiliki arti yang buruk,” kata Coles. “Apapun yang bisa dilakukan untuk memperpanjang telomere akan sangat menguntungkan.”

Ada sejumlah produk di pasaran yang mengklaim bisa memperpanjang telomere. Konon kabarnya, produk-produk ini bisa menghentikan sel-sel dari penuaan, meskipun belum diketahui pasti apakah produk ini bisa meluas ke efek anti-penuaan pada seluruh tubuh.

Lepas dari semua usaha yang dilakukan oleh para ilmuwan dan psikolog untuk menemukan rahasia panjang umur, usia maksimum yang bisa kita harapkan adalah akhir 70-an atau awal 80-an.

Jadi bagaimana cara terbaik untuk mengakhiri hidup?

“Banyak lelucon yang dilontarkan oleh para ahli geriatrician dan gerontologis tentang hal ini,” kata Small.

“Mereka mengatakan bahwa mereka ingin hidup sampai umur 95 tahun dan meninggal akibat ditembak oleh kekasih yang cemburu. Jadi intinya adalah agar tetap aktif, menikmati hidup Anda. Tetapi ketika waktu Anda tiba, cobalah untuk menerimanya dan jangan takut menghadapinya.”
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *