POLISI DIMINTA BEBASKAN NELAYAN YANG MASIH DITAHAN

Langkat, (Analisa). Setelah dibebaskanya 22 dari 37 nelayan asal Kelurahan Sungai Bilah Kecamatan Sei Lepan yang ditahan terkait perusakan pukat gerandong Selasa lalu, belasan keluarga menuntut pembebasan keluarganya yang masih ditahan.
Harapan itu terungkap saat Bupati Langkat melalui Kabag perekonomian Langkat Syahrizal M.Si memberikan bantuan tali asih bantuan pribadi didampingi Camat Brandan Barat M. Akhyar di Madrasah Desa Klantan Kecamatan Brandan Barat.

“Keluarga dari 15 nelayan yang masih mendekam di tahanan Poldasu berharap segera dilepaskan,” ucap Kabag Perekonomian Langkat, Jumat (1/2) di Stabat.

Menanggapi harapan para nelayan itu, agar Pemkab Langkat dapat membantu pembebasan keluarag mereka, Bupati Langkat melalui Kabag Perekonomian mengatakan, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu akan memberikan perhatian penuh terhadap keberadaan keluarga nelayan yang terlibat bentrok dan pembakaran pukat grandong beberapa waktu lalu.

Perhatian itu terus mengalir dan di antaranya memberikan tali asih kepada 15 keluarga nelayan yang masih dalam penanganan proses hukum di Mapoldasu.

Nelayan yang masih ditahan yakni, Irwansyah, Hajurianda, Susanto, Rajali, Iswandi, Abdul Rahim, M Irwan, Dedek Ahmadi, Syafaruddin, Sutrisno, dan Amsul Fahrizal. Sementara 4 warga nelayan Tanjung Pura M Rudi, Fahruddin, Hasanuddin dan M Aswan.

Menurut Rizal, Pemkab Langkat melalui bupati akan tetap memantau dan mengikuti perkembangan jalannya proses penahanan bagi warga Langkat yang masih berada dalam penanganan aparat hukum. Sepanjang kewenangan yang ada, dia akan tetap membantu maksimal dan kepada keluarga korban Ngogesa mengimbau untuk tetap menguatkan kesabaran, serta berdoa agar segala sesuatu menyangkut keberadaan keluarga mereka yang masih ditahan diberikan pertolongan kemudahan dalam menghadapi segala cobaan.

“Kita seluruhnya harus mampu mencari hikmah dari peristiwa yang terjadi, agar menjadi pelajaran untuk tidak terulang,”tandas Ngogesa sebagaimana disampaikan Rizal.

Linawati (38), salah seorang keluarga dari Amsul Fahrizal warga Klantan yang masih ditahan, atas nama keluarga nelayan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian besar Bupati Langkat itu.

“Kami mohon jika pun keluarga kami bersalah agar diberikan kemaafan dan tidak ditahan, karena merekalah tumpuan kami untuk menghidupi keluarga,” katanya sembari mengharapkan aparat hukum mempertimbangkan sisi kemanusiaan kehidupan keluarga nelayan.

Rizal menyebutkan, bantuan pribadi Bupati Ngogesa sebesar Rp 4.500.000 dibagikan kepada lima belas keluarga nelayan, yang masing-masing untuk warga Perlis- Klantan sebanyak 11 orang, dan empat warga Pematang Cengal-Tanjung Pura yang pemberiannya diserahkan di Kantor Camat setempat bersama Camat Tanjung Pura Nuriansyah pada hari yang sama.

Sebelumnya Bupati Ngogesa juga telah memberikan bantuan tali asih sebesar Rp. 6,6juta bagi 22 nelayan yang telah dibebaskan. Bantuan juga diberikan dalam bentuk ribuan paket sembako bagi keluarga nelayan yang tidak melaut dalam wilayah Kecamatan Brandan Barat, Babalan, Sei Lepan dan Gebang. Selain itu pemberian bantuan pribadi sebesar Rp 10 juta masing-masing diperuntukkan kepada ahli waris Suparman nelayan yang meninggal dunia akibat insiden itu dan keluarga Syaharuddin yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang.(als)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *