KRUENG SURIEN MELUAP, RATUSAN WARGA MENGUNGSI

Bireuen, (Analisa). Musibah banjir kembali terjadi di Bireuen. Kali ini Krueng Surien meluap, mengakibatkan 203 warga yang berdomisili di Desa Pulo Dapong, Kecamatan Simpang Mamplam, mengungsi ke kantor camat setempat sejak Jumat (1/2) dini hari.
Hujan deras yang melanda Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam, terjadi sejak Kamis (31/1) malam hingga menjelang pagi kemarin. Diduga, Krueng Surien tak mampu menahan tingginya debit air dari pegunungan sehingga terjadi luapan yang merembes ke perkampungan.

Hingga berita ini dikirimkan, belum ada laporan korban jiwa akibat musibah luapan sungai tersebut. Demikian pula kerugian harta benda yang diderita masyarakat korban banjir.

Pantauan Analisa, akibat luapan sungai itu, pemukiman warga terendam, terutama di Desa Pulo Dapong. Ketinggian air antara 50 cm hingga satu meter lebih.

“Kami terpaksa meninggalkan rumah menjelang pukul 02.00 WIB dini hari karena luapan air masuk ke rumah kami dan terus meninggi. Saat air mulai merembes ke rumah, hujan deras terus mengguyur,” ujar seorang pengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Drs Agussalim menyebutkan, ke-203 jiwa itu terdiri dari 163 kepala keluarga (KK) warga Pulo Dapong, termasuk 48 santri yang mondok sebuah pesantren di desa itu.

Bukan Luapan Sungai

Agussalim memperkirakan, banjir yang melanda warga setempat diduga bukan karena luapan sungai, namun akibat saluran tersumbat, terutama di gorong-gorong sepanjang jalan negara. Imbasnya, air terkurung di seputaran Desa Pulo Dapong.

“Kami kira penanganan masalah ini harus segera dilakukan sehingga air bisa segera surut. Apa pun sebab yang ditimbulkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memberikan pertolongan kepada para korban,” kata Agus.

Menurutnya, beberapa saat setelah mendapat kabar terjadinya pengungsian pascabanjir, tim dari BPBD, Dinas Sosial, PMI Cabang Bireuen serta sejumlah relawan lainnya langsung melakukan upaya awal ke lokasi pengungsian.

“Pagi kemarin, tim langsung mendatangi lokasi pengungsian membawa berbagai persiapan untuk memberikan pelayanan masa panik. Bersama warga, kami membuat dapur umum. Melihat kondisi terakhir, kami menduga para korban banjir harus menginap di lokasi pengungsian, apalagi cuaca sejak siang ini masih tampak mendung,” jelasnya.

Dia menambahkan, banjir yang terjadi di dua kecamatan tersebut juga mengakibatkan sejumlah desa lainnya tergenang. Begitu pun, ketinggian air masih pada batas normal dan warga masih dapat menyelamatkan harta bendanya.

Menurut pihak BPBD, lokasi terparah banjir sejak dini hari kemarin hanya Desa Pulo Dapong. Secara geografis, desa yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) ini relatif berada pada posisi yang lebih rendah di kawasan itu.(hel)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *