AS BERI KEMUDAHAN VISA STUDI

Medan, (Analisa). Amerikan Serikat (AS) berambisi merekrut anak-anak Indonesia untuk belajar di 15 perguruan tinggi di AS. Berkaitan dengan hal itu, pihak perwakilan AS di Indonesia berjanji akan memudahkan pengurusan visa studi serta secara cuma-cuma memberikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia mengenai kelengkapan syarat dan tata cara pendaftaran.
“Tahun lalu 95 persen pengurus visa studi ke AS diloloskan. Dengan melihat antusiasme masyarakat Indonesia khususnya Sumut kami membuat pameran pendidikan untuk kesekian kalinya, tahun lalu peserta pameran mencapai seribuan orang,” ujar Deputi Konsulat AS di Sumatera Utara, Trevor R Olson saat acara Pameran Pendidikan AS di Hotel JW Marriot, Medan, Jumat (1/2).

Dijelaskan, dalam pameran yang digelar satu hari itu, pengunjung akan diberikan pemahaman, dari mulai pendaftaran sampai pengurusan visa. Banyak perguruan tinggi di AS yang berkualitas, dan pada tahun 2009/2010 jumlah pelajar di AS dari seluruh dunia mencapai 690.923.

“Umumnya program studi di AS memakan waktu sampai empat tahun, namun kami akan memberikan visa studi selama lima tahun. Dan jangan takut untuk belajar di AS, yang penting ada kemauan dan kerjakeras pasti mampu menembus universitas terkemuka di AS,” kata Trevor.

Beasiswa

Dalam kesempatan itu, Trevor juga mengatakan banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa, hanya saja syarat utamanya adalah sudah terlebih dahulu terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas di AS. Kunci utama ada di kemampuan berbahasa yang ditandai dengan nilai TOEFL, SAT, GRE dan GMAT.

Dari pantauan, pengunjung terlihat antusias mengunjungi stand pameran yang disediakan panitia. Rata-rata yang datang mengincar program beasiswa yang ditawarkan, namun banyak dari mereka yang harus kecewa karena syarat utamanya harus terlebih dahulu lulus ujian masuk dan terdaftar.

“Saya kira program beasiswanya dilakukan tes di Medan, kemudian ditentukan di universitas mana, namun katanya harus masuk dulu di salah satu perguruan tinggi. Kalau seperti itu, kendala utamanya pasti ketiadaan biaya untuk uang masuk dan bayar uang kuliah pertama,” ujar Dini Ardiani salah satu pengunjung yang hadir.  (br)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *