PUKAT TRAWL BERKURANG, TANGKAPAN NELAYAN MULAI MENINGKAT

MedanBisnis –Tanjungbalai. Hasil tangkapan nelayan Tanjungbalai mulai meningkat dalam sepekan terakhir dikarenakan mulai berkurangnya aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat trawl yang beroperasi di zona tangkap nelayan tradisional.
Ketua DPC PNTI ( Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Tanjungbalai, Abdul Rivai, mengatakan, mulai berkurangnya aktivitas pukat trawl dan sejenisnya dinilai mulai memperbaiki pendapatan nelayan tradisional.

“Dalam kurun waktu sepekan terakhir ini hasil tangkapan ikan nelayan mulai meningkat dibanding beberapa waktu sebelumnya yang diketahui cukup merosot karena habitat laut habis terkuras oleh pukat trwal,” katanya kepada Medan Bisnis, Rabu (30/1).

Rivai menjelaskan, situasi seperti ini hendaknya menjadi perhatian erius bagi pemerintah terutamna di lingkungan instansi yang mengelola sektor perikanan laut.  Lebih lanjut ia menjelaskan, selama pukat trawl dibebaskan melakukan penangkapan ikan jelas sekali merusak perekonomian masyarakat nelayan kecil.

“Soalnya, habitat ikan di laut habis terkuras, sehingga nelayan tradisional kehilangan tangkapan ikan. Buktinya, dalam sepekan terakhir ini di saat pukat trawl berkurang beroperasi tampaknya hasil tangkapan nelayan kecil mulai meningkat,” sambungnya. Situasi tersebut memberikan peluang besar bagi masyarakat nelayan kecil untuk menikmati hasil pendapatan mereka dengan lebih baik.

Masih menurut Rivai, pemerintah hendaknya menuangkan perhatians serius terhadap kepentingan kalangan masyarakat nelayan kecil yang semata-mata menumpukan hidup mereka dengan hasil tangkapan ikan di laut.

“Jika keberadaan pukat trawl masih dibebaskan beroperasi menankap ikan, tidak tertutup kemungkinan sampai kapan pun nasib nelayan kecil tidak akan penah berobah. Bahkan, akan semakin terpuruk dari sebelumnya.” tuturnya.(arsyad yus)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *