PINDAH KE SMA NEGERI I KABANJAHE, DIKUTIP RP5 JUTA

KABANJAHE- Perpindahan siswa baru di SMA Negeri I Kabanjahe mulai disorot negatif. Informasi yang diterima koran ini, pihak SMA Negeri I Kabanjahe mengadakan penerimaan siswa pindahan asal berbagai sekolah yang berada di luar kota Kabanjahe pasca habisnya semester ganjil tahun lalu.

Informasi didapat dari seorang sumber berinisial MS , warga Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah itu, pengutipan dilakukan cukup rapi dan terorganisir.
Dimana, pelajar yang pindah itu, jauh-jauh hari saat penerimaan siswa baru, bulan Juni dan Juli 2012 diarahkan terlebih dahulu memasuki sekolah di luar Kecamatan Kabanjahe. Baru, secara pasti mereka yang telah teken kontrak perpindahan tanpa aral langsung dapat menikmati keinginan lama, bersekolah di SMA paling favorit di Kabupaten Karo tadi.  Harganya pun sebut MS cukup tinggi untuk sekelas dirinya, yakni berkisar 5 hingga 7 juta rupiah per-siswa.

Lantas, para siswa pindahan ditempatkan di lokal yang baru saja direhab “ Ini kami lihat benar benar terorganisir, bukan mustahil ini dijadikan ajang mencari rupiah dari oknum pimpinan di SMA Negeri I Kabanjahe. Bila itu ternyata benar, alamat dunia pendidikan di Kab Karo akan berjalan di tempat, karena para pengambil keputusan hanya berfikir bagaimana mencari keuntungan dari jabatan yang diemban, “ ujar MS.

Menyahuti itu, Kepala SMA Negeri I Kabanjahe Tomy Jaya membantah adanya rumor pengkondisian yang berlangsung saat pelaksanaan penerimaan siswa baru-baru ini. Apalagi yang menyangkut nilai rupiah yang dikatakan antara 3 sampai dengan 5 juta.

“Informasi itu sama sekali tidak ada kebenarannya, utamanya yang menyoal pengkondisian dan pengutipan , sekali lagi itu tidak benar, “ bantah Tomy seraya mengaku belum bisa menjelaskan berapa jumlah siswa pindahan karena laporan dari bagian kesiswaan hingga terakhir belum ia terima.
Ratusan Siswa SMAN 7 Binjai Demo

Sementara itu di Binjai, ratusan siswa SMA Negeri 7 di Kelurahan Paya Robah, Kecamatan Binjai Barat, melakukan demo di halaman sekolah, Senin (28/1).  Ratusan pelajar ini, menuntut penjelasan penggunaan uang hasil pungutan yang dilakukan pihak sekolah kepada siswa, diantaranya, uang OSIS Rp50 ribu perbulan, uang Komite Rp50 ribu perbulan, uang asuransi Rp12 ribu perbulan, dan uang bangunan sekolah Rp100 ribu per bulan. Total anggaran yang berhasil dipungut  pihak sekolah sesuai tuntutan siswa sebesar Rp40 juta pertahun.

“Kemana perginya uang pembangunan, OSIS, dan asuransi. Mengapa dana asuransi itu tidak diberikan kepada siswa, kemana uangnya?” teriak siswa dari tengah halaman sekolah. Selain meminta penjelasan terhadap sejumlah pungutan tersebut, ratusan siswa SMA N 7 ini juga meminta kepala sekolah agar dicopot dari jabatannya.”Ganti Kepela Sekolah, karena dia diduga sudah melakukan praktik korupsi,” pinta siswa sembari membentangkan sejumlah poster berisikan tuntutan mereka.

Menanggapi tuntutan siswa, Kepala Sekolah SMAN7 Binjai Khaidir, mengatakan, dana tersebut telah disalurkan sesuai peruntukannya. “Dananya kita salurkan sesuai peruntukannya. Seperti uang pembangunan, kita buatkan untuk pembangunan taman sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Dwi Anang Wibowo menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini. “Dalam waktu dekat, kita akan ketahui bagaiamana hasil evaluasinya,” tegas Anang. (mag-6/ndi)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *