PIKAP MASUK JURANG, PASUTRI TEWAS

KARO-Sepasang suami-istri Pasutri), Rudolf Ginting (40) dan istrinya Juliati Br Sembiring, warga Desa Lambar Kecamatan Tiga Panah, tewas, setelah mobil Kijang Pikap BK 1710 SC yang mereka kendarai masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter.

Keduanya tewas saat mobilnya longsong ke dalam jurang di kawasan Desa Pergendangen Juhar, Selasa malam (29/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju rumah dari kesehariannya berdagang keliling.

Insiden berawal saat keduanya tiba jalan menurun di dekat jembatan Desa Pergendangen. Sebagaimana keterangan di TKP saat itu, terdapat mobil yang mogok di sekitar jembatan, dan hujan deras yang berlangsung, membuat Rudolf terpaksa memarkirkan kenderaan yang dikemudikannya ke sisi jalan sambil menunggu mobil dari arah berlawanan lewat. Malang, bagi pasangan suami istri ini, sisi jalan yang berumput longsor hingga berakibat fatal kemudian.

Bersama mobilnya, Rudolf dan Juliati terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter, sementara di lokasi warga yang mengetahui kontan menjerit. Sejumlah warga selanjutnya menghubungi petugas dari Polsek Juhar. Menurut Kapolsek Juhar, AKP Gunawan Herry Sudarto S.Sos, pihaknya bersama masyarakat langsung turun dan mengevakuasi para korban.

“ Kita menduga kalau korban tidak menguasai medan jalan yang jalani, apalagi remnya mungkin tidak berfungsi pada saat kecelakaan tunggal itu berlangsung, cuaca juga kemarin benar benar tidak mendukung,” ujar Gunawan.

Dalam kondisi mobil yang sudah terbalik, jenazah Rudolf pada awalnya ditemukan dekat stir mobil Kijang Pick Up berwarna hijau. Sekitar 700 meter dari lokasi penemuan mobil, petugas baru menemukan jasad istrinya, Juliati dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Kedua korban lantas dievakuasi menuju Puskesmas Juhar.

Pihak keluarga di Desa Lambar baru mengetahui kejadian ini setelah mendapat kontak melalui selulernya dari Desa Pergendangen. Pantauan di lokasi rumah duka, pekik tangis menggema dari keempat anak korban di kedaiaman duka.

“ Sungguh ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya, kepergian paribanku kemarin berdagang jadi yang terakhir bagi keluarga ini, kam bisa lihat bagaimana kesedihan kami dan khususnya pada anak anak,” ujar Mansur Ginting, pariban Rudolf.

Kasus ini sendiri kini ditangani oleh pihak Satlantas Polres Tanah Karo, hal ini setelah Polsek Juhar melimpahkan kasus itu guna perkembangannya, yang dilakukan oleh aparat lalu lintas. (mag 6)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *