PENINGKATAN MUTU BUAH LOKAL MENDESAK DILAKUKAN

MedanBisnis – Medan. Peningkatan mutu buah lokal, khususnya yang ada di Sumatera Utara (Sumut) mendesak untuk segera dilakukan. Perlu keterlibatan ahli pertanian dan komitmen pemerintah untuk merealisasikan hal tersebut.
Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Gus Irawan Pasaribu mengatakan, adanya pelarangan impor buah lokal untuk enam bulan ke depan oleh pemerintah pusat merupakan langkah positif.

“Sebab ini dapat mendorong meningkatnya pasar buah lokal, termasuk di Sumut. Seperti kita ketahui di Sumut banyak petani yang menanam buah, seperti jeruk,  nenas, pisang dan sebagainya. Artinya, dengan adanya larangan ini, hasil produksi petani Sumut dapat meningkat pemasarannya,” ujarnya.

Namun Cagubsu nomor urut 1 ini mengingatkan, hal yang juga diperlukan sekarang adalah  bagaimana meningkatkan kualitas buah lokal, membangun industri hilir dan sebagainya. “Kita sebenarnya memiliki banyak ahli pertanian, termasuk di Sumut. Sayangnya, kemampuan mereka belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan buah lokal,” ujarnya.

Gus Irawan yang berpasangan dengan Soekirman dalam Pilgubsu 2013 ini mencontohkan saat terjadi panen raya jeruk. Harga di tingkat petani langsung anjlok. Sehingga petani harus menjual dengan harga sangat murah. Akibatnya, margin atau keuntungan yang diperoleh sangat tipis atau bahkan tidak ada.

“Di sini peranan ahli pertanian diperlukan. Apakah ada teknologi yang dapat mengatur masa panen, sehingga saat satu sentra buah panen di bulan ini, sentra lainnya dapat panen di bulan berikutnya. Dengan demikian tidak terjadi penurunan harga secara tajam,” jelasnya.

Begitu juga dengan kualitas dari buah yang dihasilkan, meminimalisir terjadinya gangguan hama dan penyakita, cara pengemasan dan penyimpanan buah dan masih banyak lagi.

Gus mengatakan, peranan ahli pertanian dalam pemberdayaan buah lokal sangat diperlukan dan hal ini sudah dibuktikan di banyak negara. “Thailand saja saat ini bisa menjadi salah satu eksportir buah terkemuka. Atau China. Mereka sudah berhasil mengembangkan teknologi dan pengetahuan pertaniannya untuk mendukung pengembangan buah,” jelasnya.

“Saya melihat selama ini petani buah di Sumut masih berjalan sendiri sehingga tidak terjadi peningkatan kualitas yang signifikan selama bertahun-tahun. Padahal kita harus bersaing dengan produk-produk impor. Paradigma ini yang harus kita rubah agar petani dapat sejahtera,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Gus Irawan kembali menegaskan, bidang pertanian harus menjadi salah satu prioritas pembangunan di Sumut.

“Bidang pertanian banyak menyerap tenaga kerja. Mereka memberikan kontribusi besar dalam mendorong pembangunan di Sumut. Sudah sewajarnya jika pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada mereka. Jangan lagi dibiarkan berjalan sendiri,” tegasnya. (hisar hasibuan)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *