FESTIVAL DANAU TOBA 2013 JADI AJANG NASIONAL

Kemenparekraf Susun Konsep Lima Tahunan

MedanBisnis – Medan. Festival Danau Toba (FDT) atau yang selama ini disebut Pesta Danau Toba, mulai tahun 2013 dan seterusnya menjadi ajang nasional dalam hal ini Kementerian Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).
“Keputusan ini sudah final dari hasil rapat yang kami lakukan pada tanggal 28 Januari lalu bersama eselon II Kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif,” kata Bupati Samosir Mangindar Simbolon kepada wartawan, Kamis (31/1) di Bandara Polonia Medan, usai mengikuti rapat persiapan Festival Danau Toba 2013 di Jakarta.

Karena itu kata Mangindar di dampingi istri R Artha boru Sitinjak, pelaksanaannya harus profesional sehingga benar-benar bermanfaat bagi pengunjung khususnya bagi kawasan Danau Toba dalam menarik kunjungan wisatawan sehingga bisa membangkitkan ekonomi bagi daerah dan masyarakat kawasan Danau Toba.

“Makanya untuk mendukung pelaksanaan Festival Danau Toba tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, kami bersama Kementerian Pariwisata termasuk Pak Wakil Menteri Sapta Nirwandar sudah menyusun konsep lima tahunan. Di mana dalam konsep itu sudah ditentukan siapa tuan dan nyonya rumah serta materi atau acara yang akan disajikan,” jelas Bupati.

Untuk tahun 2014 misalnya, yang menjadi tuan rumah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), sementara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Dairi tidak memungkinkan mengingat tahun 2014 adalah pemilihan kepala daerah di dua daerah tersebut.

Kemudian tahun 2015, kemungkinan besar Karo mengingat Tobasa dan Simalungun melaksanakan pemilihan kepala daerah. Sedangkan untuk tahun 2016 peluangnya sudah banyak, bisa Dairi dan Taput. Begitupun, tidak tertutup kemungkinan tuan rumah tahun 2013 menjadi tuan rumah di tahun 2014 bila semua daerah di kawasan Danau Toba menyetujuinya.

Terkait dengan FDT 2013 yang akan dilaksanakan tanggal 29 Juni hingga 13 Juli mendatang dengan anggaran berkisar Rp 11,2 miliar, Mangindar mengatakan, tim dari pusat awal Februai nanti akan melakukan survei terhadap lokasi-lokasi kegiatan yang sudah ditentukan. “Disain panggungnya seperti apa untuk kemudian diteruskan ke EO (event organizer) nya. Kementerian Pariwisata juga akan mendukung dari segi promosi ke luar,” jelasnya.

Kegiatan FDT sendiri kata Bupati di tempatkan ditiga lokasi, yakni Simanindo menjadi panggung utama yang dibuat di atas air untuk acara pembukaan dan penutupan FDT. Kemudian open stage Tuktuk Siadong dan Pangururan.

Di samping itu juga lanjut Mangindar mengatakan, tim dari pusat pada Februari mendatang akan mengundang para pemilik dan manajemen hotel yang ada di kawasan Danau Toba untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam mendukung kegiatan FDT 2013, seperti meningkatkan pelayanan, kebersihan hotel dan lain sebagainya. Dan, Asita sendiri menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Selain hotel, juga akan dibuat home stay dan perkemahan guna menampung pengunjung yang hadir dalam FDT tersebut,” jelasnya.

Mangindar yang juga menjabat Ketua Forum Lake Toba Regional mengatakan, untuk materi acara juga akan didukung oleh Vicky Sianipar, aransemen kondang tanah air yang akan membuat Festival Lagu Batak bagi generasi muda. (junita sianturi)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *