DUA OTAK PENCULIKAN KETUA PETANI DICIDUK

BELAWAN-PM : Masih ingat tragedi berdarah di lahan sengketa seluas 74 hektar di Jl. Serbaguna, Pasar IV, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, 10 November 2011 lalu? Sekedar mengingatkan, dalam kericuhan tersebut, Ketua Kelompok Petani Menggugat (KTM), Saefal Bahri (40) tak hanya jadi korban pengaiyaan, tapi warga Pasar IV, Desa Halvetia, Kec. Labuhan Deli ini juga sempat diculik dan disiksa.

Nah, setelah setahun buron, Selasa (29/1) siang, dua otak pelaku penculikan Saefal akhirnya berhasil dicokok polisi dari kawasan Marelan. Zurek Ketaren (40) dan Robet Samosir (42) adalah nama kedua tersangka yang sama-sama menetap di Jl. Serbaguna, Pasar IV, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli itu. Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN, kisah tragis ini menimpa Saefal saat ia menggelar pertemuan dengan para penggarap di lokasi. Saat itulah, tiba-tiba segerombolan pria tak dikenal datang menyerang.

Di sinilah, Saefal yang dinilai terlalu membela penggarap itu diculik. Selanjutnya ia dibawa paksa ke sebuah ruko tiga tingkat di Komplek BTC, Pasar IV, Kec. Labuhan Deli. Di sana Saefal dipukuli dan disiksa oleh pelaku hingga babak belur. Puas menganiaya, korban pun dilepaskan begitu saja. Atas peristiwa itu, Saefal yang tak terima lantas buat pengaduans ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Singkat cerita,setelah jadi target pengejaran polisi selama setahun, Zurek Ketaran dan Robet Samosir berhasil ditangkap dan langsung digelandang ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

Di kantor polisi, Zurek berkelit tak ada menculik dan memukuli korban. Malah sebaliknya, ia berkilah mengamankan Saefal dari serangan orang tak dikenal dengan membawanya ke sebuah ruko. “Justru saya yang panggil polisi, saya tidak ada memukuli dia, ini tak benar,” kata Zurek. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Friyanto mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban pada tahuan 2011 lalu. “Kita masih melihat berkas – berkas lain atas keterlibatan pelaku dalam perkara lain,” katanya.

>>Diotaki Mafia Tanah

Ternyata nama Zurek Ketaren tak asing lagi di mata para penggarap di Kecamatan Labuhan Deli. Tak hanya itu, Zurek juga diduga kuat ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Hergiono alias Iang (45), warga Jalan Baut, Kel. Tanah Enam Ratus, Kec. Medan Marelan yang dibantai sekelompok pria di lahan garapan Pasar X, Desa Manunggal, Kec. Labuhan Deli, 1 Agustus 2012 lalu. Bahkan, pembunuhan itu disebut-sebut melibatkan seorang mafia tanah. Sayangnya, sejauh ini polisi belum berhasil mengungkap kasus itu. Tapi saat diwawancarai POSMETRO MEDAN, Zurek tetap menyangkal keterlibatannya.

“Kami yang diserang saat itu, karena kami mau panen ubi, bahkan saya coba melerai karena si mendiang memegang pistol, kalau saya terlibat mungkin saya tak hadir sekarang di kantor polisi.  Penyerangan itu terjadi tiba – tiba. Hergiono ditikam saat  saya melerai orang lain. Tiba-tiba saya lihat korban sudah tewas. Siapa yang nikam korban, saya tak tau,” katanya. Zurek boleh berkelit, tapi keterangannya bertolak belakang dengan yang diceritakan Saefal.  Di sisi lain, jika tak terlibat dalam kasus pembunuhan itu, kenapa selama ini Zurek melarikan diri?

“Dia (Zurek) itu kan jelas ditangguhkan dalam kasus penganiayaan saya, kenapa pasca pembunuhan itu dia kabur? Ini membuktikan kalau dia ikut terlibat, apalagi selama ini si Zurek disponsori mafia tanah, makanya dia bebas,” jelas Saefal. Sementara itu, AKP Yudi Friyanto yang kembali dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah memanggil beberapa saksi yang selama ini menguatkan keterlibatan Zurek. Namun saat dipanggil kembali, para saksi malah blunder dari pernyataan semula. “Kita belum bisa menjerat dia (Zurek) ke kasus pembunuhan itu, karena pengakuan saksi belum ada yang menguatkan kalau Zurek yang menikam korban,” kata Yudi. Dijelaskannya, bila nanti ada pelaku penusukan ditangkap dan mengutarakan penyerangan itu diotaki Zurek, maka Zurek dalam kasus pembunuhan itu akan kita jerat. “Makanya kita masih mengembangkan kasus ini terus,” tandasnya. (ril/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *