POPULASI TINGGAL 1.335 BATANG

Sepanjang ruas jalan lingkar Samosir (ring road) ruas Tomok-Pangururan tampak pedagang menjajakan buah mangga di depan rumah dengan tenda seadanya. Pedagang seakan berlomba bersaing merebut simpati pengendara yang melintas di ruas jalan itu.
Pedagang mangga di Simanindo, Ny Santri Sidauruk mengatakan buah mangga yang dijualnya adalah hasil tanaman mangganya yang tumbuh secara liar (tumbuh tanpa perawatan) sekitar sepuluh tahun silam oleh orang tuanya, tidak pernah dipupuk ataupun disemprot hama.

Namun, setiap musim panen tiba buah mangganya sangat lebat. “Bila untuk dimakan sendiri sangat berlebih karenanya keluargapun berinisiatif menjual mangga di depan rumah yang berada di tepi jalan lingkar Samosir sebagai tambahan uang belanja,” akunya.

Saat ini, harga mangga dijual antara Rp 10.000-Rp 15.000 per kg. “Keuntungannya lumayanlah untuk keperluan rumah tangga, hanya saja penjualannya dilakukan hanya saat musimnya saja,” ujar Santri.

Sorta Siadari, pemilik serta penjual mangga udang Samosir ini mengatakan, mangga udang ini dipanen dua kali dalam setahun, yakni antara bulan Juni-Juli dan bulan Desember – Januari. Namun tahun ini panen mangga tiba lebih awal dari biasanya. “Bila untuk dimakan saja terkesan mubazir karena itu kami berjualan mangga di tepi jalan ring road Samosir,” ucapnya.
Umumnya, mangga toba ini berasal dari Kecamatan Simanindo, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, Kecamatan Muara (Tapanuli Utara), Kecamatan Silimakuta dan Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun.

Di saat  musim mangga seperti ini, kebanyakan dibeli pembeli dari luar Samosir dengan harga Rp 6.000 per kg. Tetapi kalau dijual sendiri di tepi jalan lingkar Samosir harganya bisa dua kali lipat Rp 10.000- Rp 15.000 per kg.

“Kalau dijual sendiri untungnya lumayanlah namun dikhwatirkan tidak seluruhnya buah mangga terjual di pinggir jalan sehingga kami lebih memilih langsung menjual kepada pengumpul dengan harga terjangkau,” aku Santri.

Sejauh ini pembudidayaan pohon mangga masih tumbuh sendiri. Seperti yang diungkapkan Plt Kepala Dinas Pertanian Samosir Marudut Tua Sitinjak. “Belum pernah dilakukan pembudidayaan bibit mangga toba,” kata dia.

Dari data yang ada di kantor Dinas Pertanian Samosir, populasi tanaman mangga toba saat ini yang tersisa sekitar 1.335 batang.  Populasi mangga dari tahun ke tahun berkurang disebabkan pertumbuhan bangunan rumah.

Namun, Bupati Samosir Mangindar Simbolon berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangkan mangga toba ini. “Mangga Toba ini sudah menjadi ikon atau ciri khas wisata Samosir. Direncanakan pemetaan pertumbuhan dan pengembangan pohon mangga pada APBD 2013 akan dialokasikan,” ujar Mangindar. (tumpal sijabat)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *