HARGA JAGUNG PECAH LEBIH TINGGI

MedanBisnis – Medan. Memproduksi jagung pipil halus menguntungkan daripada dalam bentuk pipilan besar. Sebab, dari segi harga jagung pecah lebih tinggi daripada jagung pipilan.
Pemilik kilang padi dan jagung di Jalan Bunga Rampai, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Luther Ginting kepada MedanBisnis, Jumat (25/1) mengatakan, awalnya dirinya hanya menerima penggilingan padi dan jagung pipilan. “Karena saya lihat jagung pecah harganya lebih tinggi, saya lalu memproduksinya di sini juga,” katanya.

Namun karena mesin penggilingan yang dimilikinya hanya bisa menggiling padi dan jagung menjadi pipilan, ia kemudian melakukan modifikasi pada mesin tersebut sehingga bisa menghasilkan jagung pecah dan ternyata usaha tersebut berhasil. Jagung pecah bisa diproduksinya setiap hari.

Untuk memproduksi jagung pecah, ia membeli jagung dari petani di sekitar Deliserdang dan Medan dengan harga Rp 2.100 per kg. Harga tersebut cukup menguntungkan bagi petani. “Kepada petani, saya fasilitasi karung dan yang mengambil jagung pun kami sendiri, petani cukup membawanya ke pinggir jalan yang bisa kami lalui dengan mobil pick-upkami,” katanya.

Kemudian, jagung tersebut diproduksi menjadi jagung pipilan bisa dijualnya dengan harga Rp 3.250 per kg. Sementara  jika jagung tersebut diproduksi menjadi jagung pecah, bisa dijual dengan harga Rp 3.800 per kg. “Jadi kalau dihitung, lebih menguntungkan jagung pecah daripada jagung pipilan,” ujarnya.

Saat ini kata Luther, ia baru bisa menampung sebanyak 2 ton jagung per hari. Hal tersebut dikarenakan lantai jemur yang dimilikinya hanya berukuran 26 x 14 meter per segi. “Rencananya saya akan membuat lantai jemur lagi di bagian belakang namun masih terkendala dana dan waktu,” sebutnya. (dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *