SURAT PEMKO YANG DIKIRIM KE POLISI BERBEDA

MEDAN РTeka-teki soal surat yang mengakibatkan  bentrok berdarah di lahan Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata Medan, yang mengakibatkan Ketua DPC PDIP Kota Medan terluka dibagian kepala mulai terbuka.

Pemerintah Kota Medan pada Senin (21/01) ternyata hanya memberitahukan soal penertiban ternak kaki empat kepada Polresta Medan, bukan pembongkaran/pengosongan lahan. Padahal keluarga ahli waris Sarikat Ginting saat itu menerima surat pengosongan lahan dengan tenggat waktu 3X24 jam.

Perbedaan surat yang dikirimkan ke Polresta Medan dan yang dikirim ke warga diungkapkan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kota Medan, Porman Naibaho. Porman mengatakan Wakapolres saat sesudah kejadian mengakui pihaknya hanya menerima surat pemberitahuan soal penertiban kaki empat bukan pengosongan lahan. “Itu diakui Wakapolresta dan surat yang diberikan ke warga jelas bertolak belakang. Untuk itulah Porman menilai pihak kepolisian pun tidak menempatkan personilnya secara maksimal,” ungkapnya.

Porman mengakui,¬† keluarga almarhum Sarikat Ginting menerima surat pada tanggal 7 Januari 2013 yang isinya meminta pengosongan lahan 3X24 jam. “Itu yang diterima warga. Dan saat eksekusi warga juga terkejut karena sebelumnya Walikota sudah menyatakan penundaan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Porman menjelaskan, pengosongan dan pembongkaran bangunan di kawasan tersebut jelas melanggar hukum karena lahan tersebut masih berada dalam proses sengketa. “Lahan itu masih bersengketa. Jadi Pemko Medan harus taat hukum sampai keluar keputusan tetap dari MA. Eksekusi yang dilakukan Pemko jelas melanggar hukum,” ungkapnya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *