KAPOLDASU DIMINTA TURUN TANGAN DAN MENINDAK PELAKU PERUSAKAN

Anggota DPR RI Kunjungi Korban Kebrutalan Satpol PP

Medan, (Analisa). Anggota DPR RI dari Komisi III, Trimedya Panjaitan didampingi sejumlah anggota DPRD Sumut, Effendi Panjaitan, anggota DPRD Medan, Hasyim SE, dan Porman Naibaho, Jumat (25/1) mengunjungi korban kekerasan Satpol PP yang tinggal di tenda seadanya karena rumah mereka di belakang lahan Cadika Medan Johor rubuh dihancurkan petugas Satpol PP, beberapa waktu lalu.
Trimedya Panjaitan sangat terharu melihat penderitaan korban. Apalagi, korban tinggal di gubuk seadanya tanpa adanya penerangan dan banyak anak-anak.

“Kita minta Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro harus segera turun tangan dan menindak pelaku-pelaku pengrusakan, terutama yang kita dengar dari masyarakat tadi, bahwa aktor di lapangan Kasat Pol PP Pemko Medan sudah sepatutnya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Trimedya yuang juga didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Henry John Hutagalung kepada wartawan usai meninjau rumah korban yang rubuh.

Menurut Trimedya, dirinya rencananya besok (hari ini-red) akan berusaha ketemu Kapolda untuk menceritakan kejadian ini dan meminta kepada Kapolda Sumut supaya melakukan tindakan hukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oknum Satpol PP.

“Selain itu, saya akan mengajak kawan-kawan komisi III DPR RI untuk mengunjungi tempat ini dan melihat situasi ini karena mengorbankan rakyat kecil kita akan melakukan pembelahan hukum secara politik di tingkat nasional,”tegasnya.

Trimedya mengaku dari cerita penduduk yang ditemui, ada kesewenangan-wenangan yang dilakukan Walikota Medan karena sesungguhnya lahan yang seluas 25 hektar secara keseluruhan terutama masyarakat yang berada di sekitar 4 hektar sedang menunggu proses hukum melalui MA, dan Pemko malah melakukan tindakan melawan hukum berdasarkan surat dari Sekda atau walikota dengan melakukan eksekusi menggunakan alat berat.

“Seharusnya kalau ada upaya hukum melalui eksekusi harus ada petugas pengadilan. Tentunya saja pemko sudah melakukan tindakan melawan hukum apalagi kita melihat di lokasi ada empat rumah yang dirubuhkan,” tegasnya.

Menurutnya, dari kejadian ini sudah sepatutnya Rahudman sebagai waliktoa juga bertanggungjawab, dia tidak boleh lepas tangan karena yang kita dengar di lapangan Kasatpol PP bilang perintah atasan. Siapa lagi atasannya kan tidak mungkin sekda pasti walikota.

“Lokasi ini sangat strategis dan luas kita tegaskan walikota jangan sampai terbeli mafia tanah dan mengorbankan masyarakat. Kita khawatir, walikota sudah terbeli dengan kepentingan mafia tanah yang ada di kota Medan dengan mengabaikan kepentingan masyarakat,” kata Trimedya.

Sebelumnya, Diana br Ginting dan anaknya Heriana Prista br Sinurat menangis di hadapan anggota DPR RI. Mereka mengaku tidak lagi bisa tidur karena rumah mereka rubuh dan hancur saat eksekusi oleh Satpol PP menggunakan alat berat.

Saat ini, mereka tinggal di gubuk yang kecil bersempit-sempit dengan keluarga lain yang juga rumahnya dirubuhkan. “Tolonglah kami pak. Apa yang bisa kami lakukan kami tidak lagi bisa tinggal di rumah kami yang rubuh ini. Tolonglah paaak…,”ucap Heriana Prista menangis terseduh-seduh.

Mereka mengaku, tindakan anggota Satpol PP sangat kecam dan sadis. Selain rumah mereka, rumah saudara mereka juga hancur, selain itu, kandang ayam, kandang kambing, kandang lembuh dan gubuk juga rata dengan tanah. Kini keluarga Diana br Ginting, Jafar Ginting, Dermawan Ginting dan amnak-anaknya hanya bisa menunggu dan tinggal tenda yang dingin dan tanpa penerangan.  (maf)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *