TUMPANGSARI CABAI DAN KOL ORGANIK DIPANEN DI SIANTAR

MedanBisnis – Pematangsiantar. Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Siantar dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (Hanpangluh) bekerja sama dalam pembuatan demplot tumpangsari pertanaman cabai dan kol organik. Panen kedua komoditas pertanian organik tersebut telah dilakukan awal pekan ini.
Kepada wartawan, Kepala Badan Hanpangluh, Jan Piter Sitorus, menjelaskan penanaman tumpangsari kedua komoditas itu dibuat dalam demplot yang dikelola Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan Simarimbun dan Kecamatan Marihat. Setiap BPP di Siantar diwajibkan mengelola demplot yang nantinya menjadi percontohan bagi petani di sekitar BPP.

Jan Piter menyebutkan, hasil panen yang dihasilkan dari pembuatan demplot ini sangat memuaskan sehingga dianggap layak menjadi percontohan bagi masyarakat. Karena itu, petani diharapkan mulai bercocok tanam tanaman organik minimal memanfaatkan lahan pekarangan yang ada.

Sementara itu, Ketua KTNA Kota Siantar, Hendri Dunan Sinaga, menjelaskan keterlibatan KTNA dalam pembuatan demplot di BPP se-Kota Siantar antara lain dalam pengusulan komoditas pertanian khususnya pertanian organik menjadi bahan demplot. Diusulkan komoditi yang ditanam seperti cabai organik dan  bunga kol yang ditanam secara tumpangsari.

Pelaksanaan demplot kata dia, diharapkan menjadi bahan rekomendasi kepada petani sehingga komoditas tersebut dapat dikembangkan di seluruh Kota  Pematangsiantar.  “Terlebih dahulu penyuluh menunjukkan bagaimana bercocok tanam lalu diperlihatkan kepada petani dan diharapkan  diikuti petani,” katanya.

Menurut Hendri, KTNA Siantar konsisten mengarahkan petani bertani dengan tanaman organik. Misalnya, dalam dalam pengelolaan demplot di BPP, karena merupakan pertanian organik  maka pengelolaan dilakukan tanpa memnggunakan bahan kimia dalam pemeliharaan melainkan memanfaatkan limbah pertanian dan sampah rumah tangga.

Misalnya, pupuk yang digunakan untuk pertumbuhan berasal dari pupuk cairan dan pestisida nabati dalam pengendalian hama dan penyakit.

Dilanjutkannya, tujuan pembuatan demplot tanaman organik ini untuk menghasilkan produk pertanian yang bebas pestisida dan bermanfaatan bagi kesehatan. Selain itu juga mengurangi biaya produksi.

Diharapkannya,  pasca panen yang dilakukan di BPP di Siantar, petani dapat mengembangkan sayuran bunga kol dan cabai organik. “Saat ini di Siantar sudah ada sayuran organik  dan masyarakat diharapkan ikut mengembangkan dan menkonsumsinya,” kata Hendri. (ant/jannes silaban)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *