PRODUKSI MINIM, HARGA JERUK MADU MAKIN MAHAL

MedanBisnis – Medan. Harga jeruk madu di pasaran Kota Medan makin mahal dalam beberapa pekan terakhir menyusul minimnya pasokan dari petani. Saat ini, harga jeruk madu dipatok pada kisaran Rp24.000 hingga Rp27.000 per kg atau naik dari harga normal Rp20.000 per kg.
Diana Sari, pedagang buah di Pusat Pasar mengatakan, tingginya harga jeruk madu saat ini telah berlangsung sejak awal Desember lalu. “Hasil panen petani sangat minim sehingga memicu kelangkaan jeruk,” katanya kepada MedanBisnis, Senin (21/1).

Saat ini pasokan yang masuk ke pedagang menurun hingga lebih dari 50%. Biasanya, dia biasa memasok sekira 400 kg setiap dua hari, tapi saat ini pihaknya hanya bisa memasok tidak lebih dari 200 kg sekali pasok. Itupun, jeruk yang masuk kualitasnya tak bagus.

Hal yang sama juga diungkapkan Yanti, penjual buah di Jalan Iskandar Muda. Dikatakannya, kualitas jeruk madu yang masuk ke pedagang memang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan hama lalat buah yang masih menyerang tanaman jeruk disentra pertanian di Tanah Karo. “Itulah makanya panen petani sangat minim kali ini,” katanya.

Dengan harga yang mahal itu, saat ini kata Yanti, permintaan konsumen mulai lesu. Rata-rata, permintaan konsumen turun antara 10% hingga 20% dari angka normal. Omzet penjualanpun semakin terkikis.

Untuk mengantisipasi penurunan omzet yang lebih dalam lagi, saat ini pedagang hanya mengandalkan jeruk impor asal China yang harganya lebih murah. Namun, hal tersebut berisiko. Pedagang akan kehilangan pelanggan tetapnya yang memang sangat menggandrungi jeruk madu lokal. “Mau bagaimana lagi, keadaan seperti ini memang tak bisa kami hindari,” kata Iskandar, pedagang di Pasar Simpang Limun.

Sementara itu, salah satu pengunjung di sana, Merry mengatakan, sudah sejak lama keluarganya mengkonsumsi jeruk madu. “Hampir setiap pekan kami selalu membeli jeruk madu lokal, selain karena kualitasnya lebih baik, ukuran jeruknya juga besar-besar,” katanya.

Namun, karena mahalnya harga jeruk saat ini, pihaknya mulai beralih ke buah lain seperti anggur, apel, pir dan lainnya untuk dikonsumsi. Saat ini, pihaknya maupun pedagang hanya bisa berharap hasil panen petani kembali normal dan dengan sendirinya harga turut normal yang nantinya akan mengerek permintaan konsumen.(daniel pekuwali)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *