PANEN JANUARI, PRODUKSI JAGUNG SUMUT DIPREDIKSI TURUN

MedanBisnis – Medan. Produksi jagung di Sumatera Utara (Sumut) pada panen di awal tahun ini diperkirakan mengalami penurunan akibat serangan hama. Kondisi cuaca yang tidak menentu memengaruhi produksi hingga 15%. Namun demikian, petani tetap bisa untung lantaran harga yang berlaku di tingkat petani cukup menggembirakan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagin), Jemaat Sebayang, kepada MedanBisnis, Kamis (24/1) saat dihubungi melalui telepon.

Dikatakannya, petani mulai panen jagung sejak awal Januari lalu. Jagung tersebut merupakan tanaman dari musim tanam September – Oktober lalu. “Sekarang ini petani masih panen jagung dan akan berakhir sampai Maret mendatang,” katanya.

Jemaat menerangkan, panen tersebut utamanya terjadi di sentra-sentra produksi jagung Sumut seperti di Serdang Bedagai, Deli Serdang, Simalungun, Dairi, dan Langkat. Dari beberapa daerah tersebut, Dairi dan Simalungunlah yang produksinya cukup banyak.

Dikatakannya, dari sekian banyak sentra produksi jagung, hingga saat ini baru sekitar 20% saja. Masih sangat banyak daerah yang belum melaksanakan panen Karena itu, panen masih akan berlangsung hingga Maret mendatang. “Panen ini masih sebagiannya saja,” katanya.

Namun begitu, menurutnya, dari pengamatan di lapangan, diperkirakan akan mengalami penurunan hingga 15% disebabkan salah satunya serangan hama. Dengan demikian, panen raya di awal tahun ini akan lebih rendah daripada produksi tahun lalu yang mencapai 500.000 ton.

Selain hama, juga dikarenakan banyaknya petani yang mulai beralih bertanam komoditas lain seperti cabai merah. Menurut Jemaat, petani jagung beralih ke tanaman lain disebabkan pada beberapa waktu yang lalu saat musim tanam, harga jagung rendah berkisar Rp 1.700 – Rp 1.800 per kg.

Jemaat menambahkan, saat ini harga jagung di tingkat petani ke pabrikan cukup menggembirakan, yakni Rp 2.700 – Rp 2.800 per kg dengan kadar air 20%.  Dengan harga tersebut, menurut Jemaat cukup menghibur  petani.( dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *