TERSANGKA SABU 1 KG TERANCAM HUKUMAN MATI

BANDA ACEH – Direktur Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Dedi Setyo Yudho mengatakan pelaku pengiriman narkoba jenis sabu yang diamankan hari ini diancam dengan hukuman mati, atau penjara paling lama seumur hidup.

” Sudah kita amankan, dan saat ini pelaku yang diduga sindikat narkoba internasiona ini ditahan di Polda Aceh untuk pengembangan lebih lanjut,” katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Ia menjelaskan, barang bukti dan tersangka sementara diamankan di Polda, dan pihaknya akan mendalami kasus ini. “Kita akan dalami untuk mengungkap jaringannya,” ujarnya.

Menurutnya, atas perbuatannya itu tersangka yang mengambil barang dijerat pasal 102, UU nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 pasal 114 dengan ancaman pidana mati, atau pidana seumur hidup. “Ancaman paling ringan seumur hidup,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Petugas Bea Cukai wilayah Aceh bersama kepolisian Direktorat reserse narkoba Polda Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1 Kg asal India senilai Rp2 miliar, yang dikirim melalui Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh, Rabu (16/1).

Petugas juga berhasil menangkap satu orang tersangka berinisial RM, 21 warga Banda Aceh, yang mengambil barang kiriman tersebut. Paket dengan nomor resi CP014096879 IN tiba di Banda Aceh pada Jumat (11/1), namun barang tersebut tidak diambil langsung oleh pemiliknya.

“Petugas kantor Pos curiga dengan paket tersebut, karena berat barang berupa gulungan renda yang seharusnya ringan namun mempunyai berat yang tidak wajar, lalu mereka berkoordinasi dengan BC dan Polda Aceh, ” terang Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Banda Aceh Beni Novri didampingi Dir Narkoba Polda Aceh Kombes Dedi Setyo Yudho.

Beni menyebutkan, setelah mendapat laporan dari petugas kantor Pos yang beralamat di Kuta Alam Banda Aceh , pihak Bea Cukai dan kepolisian langsung mengambil paket tersebut lalu diperiksa dengan alat narkotes dan hasilnya positif shabu. “Setelah pemeriksaan itu, barang kiriman tersebut dijadikan umpan, dan ternyata RM bersama teman wanitanya R mengambil barang kiriman itu, disitulah tersangkanya kita tangkap,” terangnya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *