TERDAKWA PENIPUAN MINTA VONIS HAKIM DIKURANGI

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Terdakwa perkara penggelapan, Peter (27), warga Pematang Siantar yang divonis satu tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim diketuai Karto Sirait meminta agar hukumannya dikurangi menjadi sembilan bulan.

Permintaa tersebut diajukannya kepada Majelis Hakim, dengan alasan putusan tersebut dianggap terlalu berat. “Kalau bisa dikurangi lagi lah pak Hakim, menjadi sembilan bulan,” ujar pria keturunan itu kepada hakim.

Jelas saja permintaan terdakwa tidak dikabulkan Majelis Hakim yang langsung mengambil sikap dengan mengetuk palu di persidangan yang digelar di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/1) siang.

Seperti diketahui, terdakwa Peter dituntut dua tahun kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heni karena sudah melanggar pasal
78 KUHPidana dengan ancaman empat tahun penjara.

Dalam dakwaannya, terdakwa telah melakukan penggelapan terhadap mesin penyedot air (Dap) merk Sanyo sebanyak lima unit. Akibatnya, pemilik toko tempat terdakwa bekerja mengalami kerugian mencapai Rp5 juta.(Irf)
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *