SISWA SMK JADI KORBAN SALAH TEMBAK POLISI

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Seorang siswa SMK Pius di Kota Tegal menjadi korban salah tembak oknum anggota satuan reserse kriminal polresta setempat.

Pelaku bernama Andri Tumpak Sinabara (18) ditembak karena disangka pelaku pencurian.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol. Djihartono saat dikonfirmasi di Semarang, Kamis (17/1), membenarkan insiden salah tembak yang menimpa korban yang beralamat di Perumahan Umum Mutiara III Blok D Nomor 8, Kabupaten Tegal tersebut.

“Insiden salah tembak yang dilakukan Brigadir Ahmad Khudori itu terjadi di dekat SPBU Dedy Jaya di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, pada hari Rabu (16/1) sekitar pukul 23.30 WIB,” katanya.

Ciri-ciri sama

Kombes Djihartono menjelaskan bahwa satu jam sebelum insiden salah tembak, terjadi tindak kejahatan berupa pencurian komputer jinjing di dalam sebuah mobil bernomor polisi B 1034 KKT dengan modus memecah kaca jendela.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, kata dia, juga terjadi tindak kejahatan dengan modus serupa dengan korban Sri Widati Kusumaningtyas yang kehilangan tas berisi dokumen penting dan uang tunai sebesar Rp 400 ribu.

“Dari laporan para korban pencurian tersebut, anggota kepolisian setempat berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku kejahatan di beberapa lokasi di Kota Tegal,” ujarnya.

Berdasarkan hasil identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian, pelaku diketahui berjumlah tiga orang dengan mengendarai sepeda Suzuki Satria FU merah dan Honda Revo warna gelap.

Djihartono mengatakan bahwa beberapa anggota reskrim yang melakukan pengejaran pelaku melihat orang yang ciri-cirinya sama dengan hasil identifikasi pelaku pencurian di dekat SPBU Dedy Jaya.

“Brigadir Ahmad Khudori kemudian mendatangi korban untuk menanyakan korban sedang apa dan dijawab sedang menunggu teman yang membeli bensin. Namun, setelah itu korban langsung memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi,” katanya.

Mengetahui hal itu, Brigadir Ahmad Khudori melakukan pengejaran dan sempat mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan ke udara sebelum menembak bagian kaki korban.

“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, ternyata korban bukan pelaku kejahatan dan sama sekali tidak terlibat pencurian dengan modus pecah kaca sehingga korban dipastikan menjadi korban salah tembak,” ujarnya.

Terkait dengan insiden tersebut, Kapolresta Tegal telah meminta maaf kepada keluarga korban dan akan membayar seluruh biaya pengobatan, sedangkan Brigadir Ahmad Khudori menjalani pemeriksaan Propam polresta setempat serta dipindah ke bagian umum
sumber : republika

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *