POLSEK PATUMBAK GAGALKAN PEREDARAN GANJA ANTARPROVINSI

14 Kg Ganja Disita sebagai Barang Bukti

Medan, (Analisa). Polsek Patumbak berhasil menggagalkan peredaran ganja kering antarprovinsi, sekaligus menyita barang bukti 14 kg ganja kering yang dibungkus dalam 14 bungkusan, satu tas tempat menyimpan serta satu unit telepon seluler, Minggu (13/1).
Informasi yang diperoleh di kepolisian menyebutkan, penangkapan berawal dari koordinasi dengan pool Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja.

“Petugas pool ALS mengabarkan kepada kita, ada tas dengan berat mencurigakan milik penumpang tujuan Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Informasi itu kita selidiki dan diketahui pemilik dari daftar tiket tujuan Padang,” jelas Kapolsek Patumbak, Kompol Triyadi, Kamis (17/1).

Kemudian, polisi menemui pemilik tas dan meminta agar dibuka. Saat itulah diketahui tas berisi 14 paket ganja seberat 14 Kg. “Kemudian pemilik yakni ZM alias Zul (28) penduduk Desa Kroeng Baru, Sawang, Aceh Tenggara diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dibelikan tiket

Berdasarkan penyidikan, sebut Triyadi, tas tersebut milik Is asal Aceh Tenggara dan meminta agar ZM membawanya dari Aceh ke Padang dengan upah Rp2 juta. “Dari Aceh, tersangka dibelikan tiket ke Medan, setelah itu diminta membawanya ke Padang dan setelah sampai dijanjikan akan dijemput seseorang,” ujar Triyadi.

Dia menambahkan, tersangka nyaris berhasil membawa ganja tersebut ke Padang karena tiket bus menuju kota tersebut sudah dibeli. Karena itu, Triyadi menyampaikan terima kasih atas kerjasama dari pihak bus.

Saat bersamaan, Triyadi juga berharap agar koordinasi dengan pihak kepolisian selalu dijalin oleh perusahaan bus yang memiliki pool atau kantor di wilayah hukum mereka.

“Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 115 ayat (2) subs Pasal 111 ayat (2) Undang-undang RI no.35 tahun 2009 tentang narkotika, dan diancam hukuman minimal 5 tahun serta maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Disinggung keberadaan pemilik ganja tersebut, Triyadi menyebutkan pihaknya mencoba melacak keberadaan Is. Bahkan tidak tertutup kemungkinan berkoordinasi dengan pihak kepolisian Aceh guna mencarinya.

Sementara tersangka ZM mengaku baru pertama kali membawa ganja dari Aceh untuk dipasok ke provinsi lain. “Dari awal saya memang sudah tahu isi tas itu ganja. Namun karena tergiur upah Rp2 juta dari Is, maka tawarannya saya terima. Sayangnya, belum sampai tujuan malah ditangkap,” keluhnya.

Tersangka mengaku mengenal Is sejak empat bulan lalu dan selama di perjalanan, pemilik ganja tersebut selalu mengawasinya melalui telepon genggam. “Sampai di Medan, dia (Is) meminta segera membeli tiket ke Padang dan jika sampai akan langsung dijemput seseorang,” akunya.(hen/yy)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *