MENDERITA TUMOR, BAYI 2 BULAN BERTAHAN DI PENGUNGSIAN

[JAKARTA] Para korban banjir masih bertahan di pengungsian. Salah satunya Cio Hasanudin, bayi penderita tumor getah bening yang masih berusia dua bulan. Sejak Selasa (15/1) lalu, Cio bersama ayah dan ibunya, Parsandi (22), dan Evi (20) mengungsi ke Madrasah Baitul Khoir, Jalan Kebon Pala II, Kebon Pala, Kampung Melayu, karena rumah mereka di Jalan Kebon Pala II RT 13 RW 04, terendam banjir.

Parsandi saat ditemui di tempat pengungsian mengaku hingga kini anak pertamanya itu belum mendapat perawatan medis yang memadai. Parsandi menuturkan, sejak lahir pada 22 November 2012 lalu, Cio sudah mengalami pembesaran di sekitar leher. Ketika berusia dua pekan, Cio kemudian dirujuk oleh Puskesmas Jatinegara ke Rumah Sakit Cipto Manungkusumo (RSCM).
“Itu baru USG dan konsultasi, belum ada penanganan apapun,” kata Parsandi.

Nenek Cio bernama Nurhasanah (47) mengatakan, tumor di leher Cio, terlihat membesar dileher sebelah kanan pada malam hari dan mengecil pada siang hari. Bahkan, saat bernapas, Cio mengeluarkan suara yang seolah sulit bernapas.

“Saya jadi khawatir kalau lagi tidur ada suaranya, takut keganjel napasnya,” katanya.

Dituturkan Nurhasanah, penanganan Cio tersendat biaya. Pihak keluarga sudah membayar Rp 580 ribu yang diminta rumah sakit agar Cio dapat menjalani USG pertamanya pada 9 Desember lalu. Dari hasil USG diketahui bayi laki-laki itu menderita tumor getah bening. Ditambahkan Nurhasanah, Cio seharusnya menjalani USG kembali di RSCM, pada 21 Desember sebelum tiambil keputusan tindakan medis berupa operasi. Ketiadaan biaya, membuat keluarga belum membawa Cio kembali ke RSCM. Pasalnya, keluarga diminta uang Rp 1 juta.

“Kami tidak ada uang. Padahal dokterĀ  bilang tumor ini harus segera dioperasi agar tidak menjalar ke otak dan lambung,” tuturnya lirih.

Dikatakan Nurhasanah, pihak keluarga merasa dipersulit oleh pihak rumah sakit. Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ParsandiĀ  sebagai pengganti Kartu Jaminan Sosial (KJS) yang sedang diproses ditolak oleh pihak rumah sakit dengan alasan, ibunda Cio, Evi belum terdaftar dalam KK Parsandi.

“Jadi di KK hanya tertulis Parsandi dan Cio saja, dan memang KTP Evi juga masih KTP Tangerang, jadi kayaknya dipersulit,” ungkapnya. [F-5]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *