ANTISIPASI KEMACETAN, TUJUH LINTASAN KERETA API AKAN DIRATAKAN

Medan, (Analisa). Sedikitnya 7 titik perlintasan kereta api yang melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Medan akan diratakan Dinas Bina Marga Kota Medan melalui pengaspalan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan yang akan timbul menyusul dioperasikannya kereta api cepat guna mengangkut penumpang menuju Bandara Kuala Namu. Pengasapalan ini sebagai langkah awal yang dilakukan Pemko Medan sebelum dibangunnya fly over ataupun underpass.
“Kita harus melakukan kajian sebelum membangun fly over ataupun underpass. Dari hasil kajian yang dilakukan akan diketahui perlintasan kereta api mana yang layak dibangun fly over atau underpass guna mengantisipasi kemacetan,” kata Walikota Medan H Rahudman Harahap ketika meninjau sejumlah perlintasan kereta api bersama Wakil Walikota, Dzulmi Eldin, Kamis (17/1).

Menurut Walikota, kondisi perlintasan kereta api yang ada saat ini menjadi salah satu pemicu terjadi kemacetan karena banyak yang berlubang dan bergelombang. Itu sebabnya setiap kenderaan yang akan melintasi terpaksa harus menurunkan kecepatan dan sangat berhati-hati. Penurunan kecepatan itulah yang memicu terjadinya kemacetan. Karenanya, apabila kereta api cepat sudah dioperasikan akan menyebabkan tingkat kemacetan semakin tinggi lagi.

Dengan diratakannya perlintasan kereta api, Walikota optimis mampu mengurangi kemacetan. Untuk itu ketika melakukan peninjauan, orang nomor satu di Pemko Medan ini langsung membawa Kadis Bina Marga Kota Medan Ir Gunawan agar segera menindaklanjutinya. Kepada Gunawan, Walikota minta agar kiri dan kanan dari lintasan kereta api diratakan sepuluh meter guna melancarkan kenderaan yang melintas.

Minta diaspal

Khusus perlintasan kereta di Jalan Palang Merah, dekat Uniland Plaza yang pertama kali ditinjau, Walikota minta kepada Gunawan untuk mengaspal lintasan kereta api lama yang sudah tidak dipergunakan setelah mendapat persetujuan dari Kepala Divre PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut M Nasyir. Keberadaan lintasan yang lama itu selama ini turut menjadi penyebab kemacetan di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk.

Setelah itu dilanjutkan dengan meninjau perlintasan kereta api di Jalan Pandu, lalu perlintasan kereta api Jalan Mahkamah. Dari tempat itu dengan berjalan kaki menuju perlintasan kereta api di Jalan Sisingamangaraja, persis dekat Kantor PDAM Tirtanadi. Kemudian diakhiri dengan meninjau perlintasan kereta api di Jalan HM Yamin. Usai memberikan instruksikan kepada Gunawan, Walikota beserta rombongan dengan berjalan kaki menutu Stasiun Kereta Api.

“Untuk perlintasan kereta api di Jalan Mahkamah, rencananya kita akan membangun underpass karena lokasinya agak tinggi. Sedangkan untuk perlintasan kereta api Jalan Sisingamangaraja, masih perlu dikaji. Apabila dibangun fly over dipastikan akan mengganggu keindahan kota. Untuk itu kemungkinan dibangun underpass. Kita akan melakukan secepatnya, sebab Maret sudah dekat dengan dioperasikannya Bandara Kuala Namu. Jadi kita tidak bisa main-main lagi,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kiri dan kanan lintasan kereta api mulai Stasiun Besar sampai bandara Kuala Namu akan ditata dan dirapikan sehingga tidak terlihat kumuh. Dengan demikian orang yang menggunakan jasa kereta api dari Stasiun Besar –Bandara Kuala Namu atau sebaliknya akan melihat keindahan dan kerapian sepanjang lintasan rel kereta api.

Mengenai lokasi parkir di seputaran Lapangan Merdeka, Walikota mengatakan akan mulai melakukan pemindahan para pedagang mulai pekan depan. Sebab, tempat penampungan di Jalan Pegadaian sebagaian sudah rampung dan sangat layak ditempati. Dengan pemindahan yang dilakukan pembangunan lokasi parkir yang ditaksir akan mampu menampung sekitar 500 kenderaan dapat dimulai.

Siap Kapan Saja

Kadis Bina marga Ir Gunawan menyatakan siap untuk melaksanakan instruksi Walikota. Jika tidak gangguan cuaca, mereka akan melakukan pengaspalan lintasan kereta api mulai Kamis (17/1) malam. Rencananya, lintasan kereta api yang akan dilandaikan sekitar 7 perlintasan seperti Jalan M Yamin, Jalan Pandu, Jalan Bakti, Jalan Mandala, Jalan Thamrin, dan Jalan Sisingamangaraja.

Sementara itu Kepala Divre PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut M Nasyir menjelaskan, pihaknya sudah siap untuk mengoperasikan kereta api cepat menuju Bandara Kuala Namu. Artinya, PT KAI tinggal menunggu kapan airport pengganti Bandara Polonia tersebut dioperasikan. “Intinya kapanpun kereta api dioperasikan, kita sudah siap,” terang Nasyir.

Selanjutnya Nasyir sangat mendukung rencana Wali Kota untuk melandaikan lintasan kereta api sehingga pengemudi kenderaan bermotor tidak perlu mengurangi kecepatan dan merasa nyaman ketika melintasinya. Termasuk, menyambut baik rencana Walikota untuk menata dan merapikan kanan dan kiri sepanjang lintasasan kereta api menuju Bandara Kuala Namu. (maf)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *