SAAT TES WAWANCARA DI BI PUSAT JAKARTA, SEORANG CALON DIREKSI BANK SUMUT MENINGGAL MENDADAK

MEDAN (Berita): Malang benar nasib salah seorang calon direksi PT Bank Sumut yakni Syafaruddin Ashari, 50, ketika lagi mengikuti tes wanwancara untuk fit and proper test  sebagai Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut di Bank Indonesia Jalan MH Thamrin Jakarta Rabu (16/1) sore, mendadak dia pingsan di tempat dan sudah menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 16.50 WIB sebelum sempat ditangani dokter.

“Bank Indonesia turut berdukacita atas meninggalnya Syafaruddin Ashari, Manager
International Banking Divisi Treasury Bank Sumut,” kata Difi A Johansyah, Kepala Grup
Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI) kepada Berita melalui HP Rabu (16/1) petang.

Difi pada Rabu (16/1) pagi kepada Berita menyebutkan lima calon direksi PT Bank
Sumut lagi mengikuti tes wawancara yang berlangsung Rabu hingga Kamis (17/1). Kelimanya yakni Rudi Dogar (Dirut), Syahrir Ritonga (Direktur Umum),  Esther Ginting (Direktur Pemasaran), Agung Santoso (Direktur Kepatuhan) dan termasuk almarhum Syafaruddin yang akan menduduki jabatan Direktur Pengembangan dan Bisnis.

Menurut Difi, giliran wawancara Syafaruddin berlangsung Rabu pukul 15.00 WIB yang
dites salah satunya oleh Deputi Pemimpin Kantor Perwakilan BI Wilayah IX Sumut-Aceh Achmad Fauzi. Namun ketika wawancara berlangsung, Syafaruddin collaps, jatuh pingsan.

Tim dokter dari Divisi Pelayanan Kesehatan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank
Indonesia (YKKBI) yang dipanggil untuk memeriksa kesehatan Syafaruddin menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia sekitar pukul 16.50 WIB. “Tim dokter datang, tapi Syafaruddin sudah meninggal dunia,” katanya.

Selanjutnya, terkait penyebab meninggalnya Syafaruddin akan ditangani oleh pihak
kepolisian. “Bank Indonesia telah menginformasikan hal ini kepada keluarga yang bersangkutan dan atas musibah ini Bank Indonesia mengucapkan turut berbelasungkawa,” papar Difi.

Ia menyebut keempat calon direksi akan terus melanjutkan proses fit and proper
testnya. Sedangkan pengganti Syafaruddin, menurut Difi, merupakan wewenang Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Sumut, siapa yang akan diusulkannya lagi.

“Soal penggantinya, BI tidak tahu menahu, namun siapapun nanti yang diusulkan pemegang saham Bank Sumut akan diproses fit and proper testnya oleh BI,” kata Difi.

Kepala Bidang Pengawasan Bank Kantor Perwakilan BI Wilayah IX Sumut-Aceh Indra
Yuheri ketika dikonfirmasi Rabu (16/1) sore menyatakan terkejut dengan musibah yang menimpa
Syafaruddin. Sebab pada Selasa (15/1) kelima calon direksi, termasuk Syafaruddin datang ke Kantor BI di Jalan Balai Kota Medan. Bahkan menurut Indra, Syafaruddin berjanji akan ikut memperbaiki dan meningkatkan lagi kinerja Bank Sumut.

“Jadwal wawancaranya Rabu pukul tiga siang ini dites oleh Pak Achmad Fauzi (Deputi
Direktur BI Sumut-Aceh-red). Semalam pas datang ke BI Medan, beliau sehat sekali dan sempat lagi bercanda dengan saya. Kami turut berduka cita yang sedalamnya,” kata Indra.

Salah seorang calon direksi yakni Syahrir Ritonga (Direktur Umum) kepada Berita juga
mengaku terkejut dengan musibah itu. Meski sama-sama di Jakarta, namun Syahrir tidak mengetahuinya karena dia duluan pulang meninggalkan kantor BI di Jakarta.
Tes Wawancara    Seperti diberitakan Berita Rabu (16/1) bahwa lima calon direksi Bank Sumut pada Rabu (16/1) hingga Kamis (17/1) mengikuti tes wawancara di Bank Indonesia (BI) Pusat Jalan MH Thamrin Jakarta untuk selanjutnya dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sampai 30 hari ke depan.

“Ya, kelima calon direksi ke Jakarta untuk wawancara selama dua hari sampai Kamis.
Setelah itu baru fit and proper test dan hasilnya tidak kami publikasikan tapi diberikan BI
Pusat langsung ke pemegang saham Bank Sumut,” kata Difi kepada Berita dalam wawancara khusus via telepon selular Rabu (16/1) pagi.

Kelima calon direksi itu yakni Rudy Dogar Harahap (Dirut), M Syahrir Ritonga
(Direktur Umum), Esther Ginting (Direktur Pemasaran), Saparuddin (Direktur Pengembangan dan Bisnis) dan Agung Santoso (Direktur Kepatuhan) yang sedang menjalani tes wawancara.     Difi menyebut dari wawancara itu nanti dilihat dokumen persyaratannya sudah komplit apa belum.

Jika belum komplit maka mereka disuruh melengkapi dulu. Tapi jika sudah komplit maka setelah wawancara, mereka langsung uji fit and proper test.”Jadi tidak sama pengujian fit and proper test, tergantung kelengkapan dokumen
masing-masing,” kata Difi.

Menurutnya, setelah 30 hari fit and proper test maka BI Pusat meminta pertimbangan
pemegang saham Bank Sumut, baru kemudian diputuskan oleh BI Pusat lulus atau tidaknya calon direksi tersebut.”Mudah-mudahan sudah ada keputusan dalam tiga puluh hari ke depan,” katanya.

Diketahui pengujian seleksi calon direksi Bank Sumut dianggap terlalu lama mengingat
calon Direksi Bank Sumut tersebut sudah diajukan Pemegang Saham Pengendali (PSP) pada 18 Oktober 2012. Berarti sudah dua bulan lebih belum ada juga keputusan.

Sebelumnya Deputi Direktur Divisi Ekonomi dan Moneter BI Kantor Wilayah IX
Sumut-Aceh Mikael Budisatrio kepada wartawan di Medan kemarin menegaskan BI sama sekali tidak pernah bermain untuk kepentingan diri sendiri dalam soal pencalonan ini.

“BI selalu menjaga agar bank itu sehat seperti Bank Sumut dan Bank Mestika  yang
berkantor pusat di Medan  merupakan tanggung jawab BI Wilayah IX. Jadi kedua bank ini harus sehat,” katanya. (wie)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *