POLRES NIAS GELAR REKONSTRUKSI KASUS PEMBUNUHAN KETUA DPC.PKPI

GUNUNGSITOLI (Berita) : Jajaran Polres Nias mengelar  rekonstruksi pembunuhan Yussukur Gulo Als Ama Putri, 28, warga Desa Somi Kecamatan Gido Kabupaten Nias yang dikenal sebagai Ketua DPC PKPI Kabupaten Niasjuga salahseorang pengusaha (kontraktor), tersanggka Beziduhu Gulo Als Ama Lestari Als Ama Lesta, 40, dan Marlius Lase Als Lius, 17, membunuh korban dengan menggunakan senjata api rakitan. Rekonstruksi ini digelar di halaman Mapolres Nias, Senin (14/1).

Saat rekonstruksi, Beziduhu dan Marlius melakukan 20 adegan,  diawali ketika korban sedang memperbaiki sepeda motornya di salahsatu bengkel, selanjutnya korban memanggil tersangka yang kebetulan melintas,  lalu korban dan kedua tersangka pergi bersama, tetapi korban dan kedua tersangka berhenti sejenak karena tersangka Beziduhu menelepon seseorang,

Adegan berikutnya tersangka melakukan aksi pembunuhan korban menggunakan senjata api rakitan, kemudian Beziduhu menyuruh Marlius Lase pergi menyembunyikan senjata api rakitan dan dua butir peluru,  serta menyampaikan ke pada Dodi bahwa korban telah mati ditembak orang yang tidak dikenal.

Namun beberapa saat kemudian tersangka Marlius datang kembali ke tempat peyembunyian senjata api rakitan untuk mengambilnya. Semua kegiatan rekonstruksi dilakukan di sekitar Mapolres Nias dengan adegan yangmana keduanya bertemu dan urut.

Kronologis kejadian, “Tersangka Beziduhu mendahuli korban dengan sepeda motornya, turun dari sepeda motor, kemudian melambaikan tangan kepada korban agar menghentikan sepeda motornya tepat di ssisi ruas jalan Desa Hilisebua arah desa Somi Kecamatan Gido Kabupaten Nias. ketika korban menghentikan sepedamotornya tersangka yang berdiri persis didepan korban dengan jarak 1,5 meter langsung secara spontan tangan kanan tersangka mengarah kedepan tepat disekitar dada korban dan

keluar letusan,” terang Kapolres Nias AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, SIk, M.Hum yang memimpin langsung rekonstruksi tersebut.

“pada rekonstruksi dimaksud , terungkap awal kronologis penembakan hingga korban tewas”, Kapolres Nias menambahkan bahwa tersangka sebelum ditangkap merupakan saksi kunci terbunuhnya korban Yussukur Gulo, dengan menerangkan bahwa korban tewas ditembak orang tak dikenal.

Ketika rekonstruksi berlangsung tersangka Beziduhu tetap menolak keterangan saksi bahwa dialah pelaku penembakan tersebut, sehingga kegiatan rekonstruksi mengalami sedikit hambatan, juga dikarenakan hujan yang turun secara mendadak. Karena penolakan beberapa adegan  yang diperagakan oleh tersangka Beziduhu Gulo maka adegan berikutnya dilakukan pemeran pengganti oleh aparat.

Menanggapi penolakan adegan oleh tersangka Beziduhu, Kapolres menjelaskan bahwa itu adalah hak-hak tersangka untuk tidak mengakui perbuatannya karena keterangan tersangka merupakan alat bukti yang nilainya sangat rendah sebagaimana Pasal 184 KUHAP.

Saat ini penyidik Polres Nias telah melengkapi alat-alat bukti lain berupa keterangan saksi, barang bukti senjata api rakitan, hasil autopsi dari kedokteran forensik yang mengatakan penyebab kematian dan arah serta jarak tembak senjata yang digunakan oleh tersangka.

“penyidikan terhadap kasus ini telah dilakukan pemberkasaan dan segera dikirimkan ke JPU” ujarnya. Hadir dalam rekonstruksi ini keluarga korban dan dua orang JPU dari Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Rekonstruksi sebelumnya juga sudah dilakukan Polres Nias ketika tersangka masih menjadi saksi, pada saat itu keterangannya berubah-ubah, dan juga setelah ditemukan barang bukti dirumah tersangka Marlius Lase. (fmz)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *