PENGEMBANGAN BANDARA SILANGIT JADI PILOT PROJECT SUMUT

Ditargetkan Jadi Bandara Kelas I

MedanBisnis – Medan. Pengembangan Bandara Silangit di Tapanuli Utara (Taput), setelah peralihan pengelolaan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke Kementerian BUMN melalui PT Angkasa Pura (AP) II Pusat dinilai akan menjadi model pilot project nasional di Sumatera Utara (Sumut).
“Pengembangan Bandara Silangit akan menjadi proyek pengembangan dan pembangunan bandara dengan destinasi wisata yakni Danau Toba,” kata Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Ali Turki kepada MedanBisnis, Selasa (15/1) di Medan.

Dikatakannya, rencana pengembangan dan pembangunan Bandara Silangit itu sudah lama sekitar 10 tahun lalu, di tengah rencana Tapanuli menjadi provinsi baru.

Karena, setiap provinsi harus ada bandara sendiri. Namun, berjalannya waktu ternyata pembentukan provinsi baru tersebut memakan waktu yang panjang dan sangat lambat. Sehingga, Bandara Silangit yang akan dikembangkan lebih besar lagi menjadi tertunda-tunda terus hingga saat ini.

Ali Turki juga menuturkan pihaknya memang mendengar kabar peralihan pengelolaan Bandara Silangit dari Kemenhub RI ke PT AP II. Namun, dia mengaku hingga saat ini tidak tahu proses pengembangan yang dimaksud seperti apa.

“Rencananya memang, bandara itu akan menjadi model pilot project nasional di Sumut. Pengelolaan sepenuhnya sudah jadi tanggungjawab PT AP II,” ungkapnya.

Jadi, jelasnya, nantinya orang Malaysia atau Singapura yang ingin berwisata ke Danau Toba tidak perlu repot lagi harus transit di Bandara Polonia atau Bandara Kualanamu. Lalu, melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus ke Danau Toba lagi.

“Dari Malaysia bisa langsung ke Danau Toba. Karena rencananya, Bandara Silangit menjadi bandara internasional namun di bawah satu tingkat dari Bandara Polonia Medan.

Kalau Bandara Polonia Medan itu Kelas I Utama. Kalau Bandara Silangit rencananya jadi bandara Kelas I setingkat Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM di Aceh), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekan Baru) dan Bandara Minang Kabau Internasional (Padang),” jelasnya.

Humas PT AP II Polonia Medan Firdaus mengaku tidak bisa memberikan komentar terkait hal itu. Hal yang sama juga dilakukan, GM PT AP II Polonia Medan T Said Ridwan yang dikonfirmasi MedanBisnis tidak bersedia berkomentar.

Informasi yang dihimpun MedanBisnis dari situs resmi AP II yakni www.angkasapura2.co.id dan www.tender-indonesia.com menyatakan PT AP II menyiapkan investasi setidaknya Rp 100 miliar untuk pengembangan Bandara Silangit.

Presiden Direktur PT APII Tri S Sunoko mengatakan investasi itu akan digunakan memperlebar landas pacu dari 30 meter menjadi 45 meter dan penambahan panjang landasan 100 meter dari yang ada saat ini 2.400 meter.

Pengembangan bandara itu diperlukan guna menjadikan Bandara Silangit sebagai bandara internasional dengan menambah penerbangan dari Singapura dan Malaysia, termasuk juga dari beberapa kota besar di Indonesia.

Bandara Silangit berada di tepi Danau Toba sehingga dapat mendukung pengembang pariwisata dan akses kawasan wisata di Taput melalui jalur udara.(sulaiman achmad)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *