KUMBANG DAN ULAT KANTUNG ANCAMAN TANAMAN KELAPA SAWIT

MedanBisnis – Medan. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjadi prioritas pengembangan di antara komoditas perkebunan lainnya seperti karet, kopi, dan kakao. Dalam pengembangannya, hambatan yang bisa menjadi kendala petani adalah serangan hama kumbang dan ulat kantung yang berpotensi mengganggu pertumbuhannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Rayon Utara Unit Kebun Sawit Langkat yang membawahi afdeling 1, 3, 5 dan 7, March Jonathan Bangun kepada MedanBisnis, Selasa (15/1) di lokasi penanaman yang berada di di Afdeling I.

Dikatakannya, pihaknya baru saja melakukan replanting dengan demikian, pihaknya melakukan pengamatan dan antisipasi terhadap ancaman serangan hama. “Tanaman  yang usianya masih 1 – 2 tahun, rentan terhadap serangan hama,” katanya.

Biasanya kata Jonathan, tanaman yang masih berusia 1 – 2 tahun, hama yang kerap menyerang adalah kumbang berwarna yang bentuk tubuhnya mirip badak lantaran memiliki tanduk di kepalanya. Selain itu, sayapnya keras. “Serangan hama kumbang ini memang tidak banyak, berkisar 1 – 2% tanaman bisa rusak, tapi ini tetap harus diantipasi karena bisa merugikan,” katanya.

Kumbang ini, lanjut Jonathan, memakan bakal daun sehingga ketika pelepahnya mulai tumbuh, akan tampak seperti bekas digunting.

Serangan kumbang tersebut tidak hanya pada daun melainkan juga menyerang batang yang jika dalam skala parah, bisa membuat daunnya mengering kemudian secara perlahan tanaman akan mati. “Biasanya kami beri racun anti hama, kalau tidak ya bisa menyerang tanaman yang lain lagi,” ungkapnya.

Kalau kumbang umumnya menyerang tanaman yang berusia muda, ada juga hama yang menyerang tanaman berusia sudah tua, yakni ulat kantung. Dijuluki ulat kantung lantaran ulat yang juga memakan daun ini ukurannya tak lebih dari 2 cm namun bisa membuat tanaman rusak sehingga pertumbuhan buah tidak maksimal.

Dikatakanya, untuk mengantisipasi ulat kantung ini tidak mudah dikarenakan ulat ini memiliki kantung yang melindungi tubuhnya dari gangguan dari luar. Sehingga jika dalam penanganannya hanya dengan menyemprotkan, tidak akan begitu efektif. Namun begitu, penyemprotan tetap harus dilakukan. “Untuk melihat bahwa tanaman terindikasi diserang ulat kantung, daunnya mengering dan berwarna coklat kemerahan,” katanya.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *