KELUARGA OKNUM POLISI KEROYOK TUKANG JAHIT

MEDAN-Duma Sari (48), warga Jalan Pelita 2, Kecamatan Medan Perjuangan, mendatangi Polsekta Medan Timur dan Seksi Propam Polresta Medan, kemarin. Kedatangan janda tiga anak yang merupakan tukang penjahit ini, untuk melaporkan penganiyaan yang dilakukan keluarga oknum polisi terhadap dirinya, Senin (14/1) sore.

Dengan wajah penuh lembam sambil terisak-isak menangis, Duma Sari menceritakan penganiayaan itu di hadapan petugas. Adalah Tetty, Andi dan Gotri yang tega menganiaya korban. Ketiganya merupakan istri dan anak dari Hasan, oknum polisi bertugas di Mapolresta Medan. “Saya tak tahu, tiba-tiba si Tetty (istri oknum polisi) bersama dua anaknya mendatangi saya dan langsung mengeroyok saya. Ini lihat baju saya sampai koyak,” aku Duma kepada polisi sambil menunjukkan bajunya yang sobek.

Duma menuturkan, dirinya dipukul dan dipijak-pijak oleh keluarga oknum polisi tersebut. Saat dirinya dianiya, Hasan yang juga datang ke rumahnya malah tidak melerai, tapi membiarkan istri dan anaknya menganiaya dirinya. “Pak Hasan polisi, tapi dia datang menyaksikan penganiayaan itu dan membiarkan saya dipukul istri dan anaknya, bukan malah melerainya. Lihat pinggang sebelah kiriku juga memar dan sakit karena dipijak-pijak,” tutur Duma kepada polisi.

Tapi untungnya, pengeroyokan baru terhenti saat para tetangga korban memisah perkelahian tersebut.

“Untung ada tetangga yang melerai, kalau tidak, mungkin aku sudah pingsan dipukuli,” kata Duma sambil menangis.

Duma mengaku, dirinya selama ini merasa tidak memiliki masalah dengan keluarga Hasan. Namun sebulan terakhir ini, keluarga itu sering menghinanya. “Mereka yang sering hina aku dan aku diam saja,” katanya lagi. Oleh polisi, korban lalu disuruh ke rumah sakit untuk melakukan visum. (mag-19)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *