AS ADUKAN RI KE WTO

Soal Impor Hortikultura

MedanBisnis –Jakarta. Pemerintah Indonesia tidak merasa panik menghadapi laporan Amerika Serikat (AS) kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait aturan yang dikeluarkan Indonesia soal pengetatan impor produk hortikultura.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan pihaknya akan meladeni pertanyaan yang diajukan AS di lembaga tertinggi perdagangan dunia tersebut.
“Saya kira begini, setiap ketentuan di WTO setiap negara anggota berhak untuk melakukan itu. Dan prosesnya adalah yang pertama yang juga sudah diajukan oleh AS adalah permintaan untuk konsultasi, itu dulu,” kata Bayu di Jakarta, Rabu (16/1).

Seperti diketahui, aturan Impor holtikultura diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30 Tahun 2012 yang diterapkan  sejak 27 Oktober 2012 mewajibkan para importir produk hortikultura untuk memperhatikan aspek keamanan pangan, ketersediaan produk dalam negeri, dan penetapan sasaran produksi dan konsumsi produk hortikultura.Selain itu, para importir juga harus memenuhi persyaratan kemasan dan pelabelan, standar mutu serta ketentuan keamanan dan perlindungan terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan.

Tapi pemerintah  AS menganggap kebijakan itu merugikan perdagangan Negeri Paman Sam tersebut, terutama untuk produk hortikultura dan daging. Karena itu, pihak AS telah meminta berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia, yang mengacu pada ketentuan penyelesaian sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) di WTO.

Wamendag Bayu Krisnamurthi mengatakan, dalam jangka waktu 60 hari, pihaknya sedang menyiapkan bahan untuk pertemuan pertama di Jenewa, Swiss. “Tadi ada rapat sedang menyiapkan bahan, untuk pertemuan pertama antara pihak Indonesia dengan AS di Jenewa tentunya, di markas besar WTO, untuk mengklarifikasi apa pertanyaan dia dan apa jawaban kita dan seterusnya,” tambahnya.

Sesuai ketentuan jika dalam waktu 60 hari ini tidak ada titik temu antara kedua negara, maka kemudian WTO akan membuat panel. Panel digunakan untuk memeriksa aduan yang diberikan oleh AS dan jawaban oleh Indonesia. Di dalam panel itu nantinya akan didengarkan pandangan negara-negara anggota lain.”Jadi nanti ada negara yang mendukung Indonesia dan ada negara yang mendukung Indonesia, dan itu juga akan kita lakukan,” tuturnya.

Melindungi Petani
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa angkat bicara soal keluhan Amerika Serikat kepada WTO terkait pengetatan impor holtikultura. “Kita kan boleh melindungi petani kita, masa kita biarkan petani repot di negeri kita sendiri, tunjukkan kepada saya negara mana yang tidak memberikan perlindungan pada petaninya,” tegas Hatta.

Dia mengatakan ini bukanlah bentuk protes dari Amerika Serikat kepada WTO, menurut Hatta, melainkan hanyalah sebatas konsultasi saja.

Secara terpisah, Menteri Pertanian, Suswono mengaku siap memberikan penjelasan terkait hal ini. Dia meyakini, penjelasannya ini akan diterima oleh pihak WTO ataupun Amerika Serikat.

“Kami yakin penjelasan kami akan diterima,” katanya singkat. (dtf/ant)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *