WARGA MEDAN DITEMUKAN TEWAS DI HOTEL TAMPAN PEKANBARU

Pekanbaru, (Analisa). Zulfandri (57), warga Jalan Pancing Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu pagi (13/1), ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 912 Hotel Tampan, Pekanbaru.
Informasi yang dihimpun Analisa di tempat kejadian perkara (TKP), menyebutkan mayat korban pertama kali diketahui Anggie, petugas hotel ketika hendak mengantarkan sarapan ke kamar korban.

“Waktu itu saya mau mengantarkan makanan sarapan untuk tamu kamar 912. Saya ketok kamarnya beberapa kali tak ada jawaban. Tetapi untung saja kaca nako kamar terbuka. Setelah saya intip dari kisi-kisi kaca nako itu saya lihat sang tamu terlentang di atas lantai,” kata Anggie.

Karena khawatir terjadi dengan tamu hotelnya itu, Anggie lalu melaporkannya ke petugas resepsionis. Lalu petugas resepsionis membuka pintu kamar hotel dengan kunci cadangan.

Saat pintu kamar dibuka terlihat korban dalam keadaan tertelungkup dengan hanya menggunakan celana dalam. Di dalam kamar tidak ada orang lain kecuali korban. Di samping tubuh korban ditemukan “ventolin” atau alat semprot asma.

Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Senapelan. Tak lama kemudian petugas tim identifikasi tiba di TKP.

Kapolsek Senapelan Kompol Devy Firmansyah SIK yang dijumpai di TKP menyebutkan, pihaknya menerima laporan dari pihak hotel sekitar pukul 07.30 WIB.

“Kami mendapatkan informasi dari pihak hotel sekira pukul 07.30 WIB. Dari keterangan saksi yang dikumpulkan, temuan mayat ini berawal saat petugas hotel ingin mengantarkan sarapan. Setelah diketok-ketok pintu kamar, tapi tamunya tak dikeluar juga. Setelah dibuka kamarnya dengan menggunakan kunci cadangan ternyata sang tamu ditemukan sudah tidak bernyawa lagi,” terangnya.

Kapolsek Senapelan menambahkan, setelah dilakukan olah TKP, besar kemungkinan diduga korban menderita penyakit asma. Karena di dalam kamar ditemukan “ventolin” dan obat-obatan yang sering digunakan penderita asma.

“Setelah kami kroscek ke sejumlah saksi, kemarin (12/1), sekitar jam 18.30 WIB oleh rekannya dari pelayaran dan diakui saksi korban ini dalam kondisi sakit. Karena sebelumnya sudah dibawa berobat di Rumah Sakit Tentara dan di sana sudah disarankan untuk rawat inap,” terang Devy.

Namun, imbuh Kapolsek Senapelan, korban menolak dan minta diantarkan ke penginapan (Hotel Tampan, Jalan Riau Pekanbaru, red). “Rencananya hari ini korban akan kembali ke Medan. Tetapi Tuhan berkata lain, tadi pagi korban ditemukan tidak bernyawa lagi,” katanya.

Terlepas soal itu, dari pantauan Analisa, Minggu siang mayat korban sudah dievakuasi dari kamar hotel dan dibawa dengan mobil ambulans untuk diotopsi. Usai itu, menurut rencana mayat korban akan dibawa kerabatnya ke daerahnya di Kota Medan. (dw)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *