WARGA BILAL BENTROK DIDUGA DENGAN GENG MOTOR, TIGA LUKA

Medan, (Analisa). Puluhan pengendara sepeda motor diduga anggota geng motor yang sedang konvoi bentrok dengan ratusan warga Jalan Bilal Kecamatan Medan Timur, Minggu (13/1) sekitar pukul 03.30 WIB.
Akibatnya, tiga pria yang diduga anggota genk motor itu mengalami luka-luka di larikan ke rumah sakit terdekat.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur AKP Ridwan SH saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/1) sore mengutarakan penyerangan itu berawal ketika warga Jalan Bilal mendapat informasi kalau mereka akan diserang anggota geng motor.

Warga berkumpul langsung menyiapkan senjata berupa klewang dan balok sambil menunggu kedatangan anggota geng motor.

Tak lama melintas lima unit sepeda motor di Jalan Bilal yang langsung dikejar warga.

Karena ketakutan, mereka langsung melarikan diri namun, warga berhasil menangkap Nius Aritonang (28) warga Asrama Polisi yang berada di Brayan.

Akibatnya, Nius mengalami luka bacok di tangan dan patah kaki.

Kebrutalan warga akhirnya berhasil diredam warga lainnya yang langsung membawa Nius ke Rumah Sakit Imelda untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

“Pengakuan Aritonang, kalau mereka mau beli nasi goreng bersama teman-temannya dan mereka bukan anggota geng motor. Ketika mereka melintas dengan beberapa sepeda motor, warga langsung menyerangnya. Saat ini, Aritonang mendapat perawatan di RS Imelda,” ungkap AKP Ridwan SH. Tidak beberapa lama kemudian, melintas puluhan pengendara sepeda motor berkonvoi di lokasi.

Warga yang menduga mereka anggota geng motor, langsung mengejar juga lalu menyerang.

Dua Pengendara

Kali ini, warga berhasil menangkap dua pria yakni Elberto Matondang (15) dan Maulana Ikram (15), keduanya warga Jalan Metal Kecamatan Medan Deli. Sedangkan pengendara lainnya, berhasil melarikan diri .

Warga yang tidak bisa menahan emosinya langsung menghajar keduanya hingga mengalami luka-luka di bagian wajah, kepala, tangan dan kaki.

Sejumlah personil Polsekta Medan Timur dan Polsekta Medan Barat begitu mendapat informasi langsung terjun ke lokasi lalu menyelamatkan kedua korban amukan warga.

Karena luka kedua pelajar ini cukup serius, petugas membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kasus ini belum duduk, masih kita telusuri. Pengakuan kedua pelajar ini kalau mereka bukan geng motor,” ungkap Kanit Reskrim Medan Timur.

Pagi harinya, penjahat babakbelur dihajar massa, tertangkap tangan menjambret tas sandang milik Rita (51) warga Jalan Bilal Ujung Gang Nakula No 33AB Medan dikawasan Jalan Rakyat Medan, Minggu (13/1) sekira pukul 11.00 wib.

Tersangka berinisial S (23) warga Komplek Asrama Kowilhan Medan Timur dalam keadaan babak belur bersama barang buktinya diboyong ke Mapolsekta Medan Timur.

Kanit Reskrim AKP M Ridwan kepada wartawan mengutarakan pagi itu, korban yang sedang dibonceng keponakannya Rahmad Hidayat dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X melintas di Jalan Rakyat menuju kawasan Pasar Aksara.

Dipepet

Tiba-tiba sepeda motor yang ditumpangi korban dipepet satu unit sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai tersangka.

Tersangka langsung merampas dompet berisi uang Rp50 ribu dan surat-surat berharga lainnya yang dipegang di tangan kanan korban setelah itu langsung melarikan diri.

Korban spontan langsung berteriak minta tolong.

Sedangkan Rahmad yang membawa sepeda motor bersama korban mengejar tersangka.

Rahmad lalu menendang sepeda motor yang dikendarai tersangka.

Akibat tendangan Rahmad, sepeda motor tersangka oleng lalu terjatuh.

Warga sekitar lokasi kejadian yang mendengar teriakan korban langsung meringkus dan menghajar tersangka hingga babak belur.

Beruntung petugas reskrim dari Polsek Medan Timur cepat tiba ke lokasi dan mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa satu dompet milik korban dan sepeda motor ke Mapolsek Medan Timur. (aru)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *