TIDAK LAMA DIBANGUN, JALAN KEMBALI RUSAK DPRD DIMINTA PANGGIL PENANGGUNGJAWAB

Sibolga, (Analisa). Hasil pengerjaan proyek jalan di Kota Sibolga yang menyedot anggaran miliaran rupiah dinilai sia-sia. Masalahnya, Jalan Sudirman Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Sibolga dibangun pada tahun anggaran 2011 berbiaya miliaran rupiah kondisinya saat ini sudah rusak dan kupak kapik.
Kerusakan badan jalan sangat parah tepat di depan Gedung Akper/Akbid Nauli Husada Sibolga, hingga sepanjang lebih kurang 200 meter sampai depan Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII) Sudirman Sibolga. Pengendara terpaksa mengemudi kendaraannya dengan kecepatan rendah dan ekstra hati-hati saat melintasi jalan itu, terutama saat musim penghujan.

Sebelumnya paska pengerjaan proyek pada tahun 2011 atau sekira sebulan usai pengerjaan, badan jalan sudah terlihat rusak. Seketika itu, instansi terkait beserta pihak rekanan yang mengerjakan turun melakukan pemeliharaan berupa penambalan. Namun ironisnya, penambalan beberapa titik badan jalan yang mengalami pecah ditambal dengan menggunakan campuran semen.

Akibat aspal hotmix tak dapat bersenyawa dengan campuran semen, hasil penambalan tersebut akhirnya tak bertahan lama. Hanya hitungan bulan, jalan tersebut rusak kembali hingga kondisinya kian parah hingga saat ini.

Ketua umum DPP Front Pemantau Pelaksana Pembangunan Indonesia (FP3i), S Simon Situmorang kepada Analisa di Sibolga, Minggu (13/1) mengaku prihatin melihat hasil pengerjaan proyek seperti Jalan Sudirman Sibolga yang belum lama selesai namun rusak kembali.

Simon enggan menuding pihak yang harus dipersalahkan, tapi FP3i menilai seharusnya DPRD Sibolga memanggil pihak penanggung jawab pekerjaan guna menyimpulkan kebenaran dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Sebab, kerusakan jalan juga dipengaruhi faktor keberadaan truk perusahaan perikanan pengangkut air yang kerap berlalu lalang melintasi jalan tersebut. Jadi, DPRD harus melakukan pemanggilan kepada instansi terkait. Kita selaku bagian dari masyarakat yang membayar pajak, sangat keberatan bila mana sebuah pengerjaan bersumber dari uang rakyat, tapi hasilnya tidak bermanfaat bagi kepentingan rakyat,” tegas Simon.

Menurutnya, suatu pekerjaan proyek pemerintah yang hasilnya asal jadi, bahkan terkesan menghamburkan keuangan Negara harus diungkap bahkan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Hal ini penting ditegaskan guna menghapus kesengsaraan masyarakat/rakyat secara luas.

“Selaku wakil rakyat yang diamanahkan bertugas oleh masyarakat, bahkan digaji dari pajak rakyat supaya dapat bersikap dan bertindak tegas mempergunakan tugas, fungsi kontrol memanggil pihak – pihak terkait atas pemanfaatan anggaran pengaspalan jalan-jalan di Kota Sibolga. Terutama Jalan Sudirman Sibolga tersebut. Pada tahun 2012 lalu, DPRD pun sebenarnya sudah dapat memanggil pihak-pihak terkait. Sebab, beberapa bulan paska penyelesaian pengerjaan, tanda-tanda kerusakan proyek Jalan Sudirman sudah terlihat sekalipun pihak rekanan maupun Dinas PU Sibolga kala itu langsung turun melakukan penambalan dengan menggunakan campuran semen,” ketusnya.

Genangi Jalan

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori juga merasa prihatin melihat kondisi jalan yang menurutnya tak akan mungkin lagi dibangun dengan waktu secepatnya oleh Pemko Sibolga, bila instansi terkait tidak dapat membuat aturan tegas pemakaian jalan terhadap truk tangki membawa air hingga selalu menyiram dan menggenangi aspal Jalan Sudirman tersebut.

Seperti diketahui, sebut Jamil, selain kondisi tanah badan jalan masih labil, kelas jalan juga sangat tidak memungkinkan untuk dilintasi truk bermuatan berat. “Belum lagi, jalan tersebut setiap hari selalu dilintasi truk tangki pengangkut air ke perusahaan perikanan di Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Jadi perbaikan jalan kembali sangat tidak memungkinkan sebelum pemerintah menerbitkan aturan tegas atas pemakaian jalan tersebut,” bebernya.

Karena bila tidak, sambung politisi asal partai Golkar Sibolga ini, kucuran dana untuk perbaikan jalan hanya terkesan hamburkan keuangan daerah Sibolga kembali. “Lebih dari itu, pemerintah dalam perbaikannya ke depan diharapkan mampu mensesuaikan kelas jalan dengan kapasitas truk yang akan melintasi jalan tersebut,” tuturnya.

Jamil juga berharap, peran serta pengusaha terutama pengusaha perikanan selaku pemilik mobil tangki air untuk mengatasi kerusakan Jalan Sudirman tersebut. “Dari informasi yang kita peroleh, LPM Kelurahan Aek Parombunan bersama pihak terkait telah mengupayakan masalah ini kepada pihak pengusaha, tetapi hasilnya sampai sekarang belum diketahui kepastiannya. Dalam waktu dekat ini akan kita cek hasilnya bagaimana,” ucapnya.

Selaku anggota dewan, Jamil akan menyerahkan sepenuhnya upaya LPM tersebut. Begitupun bila hasilnya tidak terealisasi, maka DPRD Sibolga pastinya akan turut campur tangan. (yan)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *