SOLIDARITAS UNTUK M YUNUS DATANGI POLDA

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Polda Sumut meminta Solidaritas untuk M Yunus bersabar menunggu penyidikan kasus pembakaran rumah wartawan yang gencar memberitakan operasi Crude Palm Oil (CPO) ilegal.

Solidaritas untuk M Yunus yang merupakan gabungan Aliansi Jurnalis Independen Kota Medan, Aliansi Pers Indonesia Sumut, Lembaga Bantuan Hukum Medan, dan Dewan Pers Masyarakat Pancasila Indonesia Sumut beraudiensi ke Mapolda Sumut untuk menyampaikan tuntutan bersama, Senin (14/1/2013).

Solidaritas untuk M Yunus yang diterima oleh Wakil Direktur Reskrim Umum AKBP Wawan Munawar dan Kasubdit III Reskrim Umum AKBP Andry Setiawan menyampaikan tuntutan bersama antara lain meminta kepolisian serius mengusut kasus yang hampir merengut nyawa isteri dan lima anak M Yunus.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen Medan Herman Saleh berharap tidak akan ada lagi kekerasan kepada jurnalis karena kerja jurnalis dilindungi undang-undang. “Kalau ada masalah dalam pemberitaan, ada mekanismenya. Kejadian seperti ini sama seperti menghalangi informasi bagi publik,” katanya.

Pemimpin Redaksi Metro 24 Jam, media tempat bekerja M Yunus, sekaligus Ketua Aliansi Pers Indonesia Sumut, Rahmat Hidayat berharap Polda Sumut mengambil alih kasus ini karena meragukan keseriusan Polres Asahan.

“Ini kedua kalinya bagi kami. Yang pertama di Tanah Karo. Rumah orang tua wartawan kami dibakar karena ia menulis tentang judi togel. Sampai sekarang kasusnya tidak jelas. Kasus yang di Asahan ini pun tidak akan selesai jika tidak ditangani oleh Polda karena Kapolres Asahan justru mengalihkan persoalan dengan menuduh Yunus terlibat juga dalam bisnis CPO ilegal dan narkoba,” paparnya.

Setelah mendengar cerita M Yunus dan tuntutan dari Solidaritas, Wakil Direktur Reskrim Umum AKBP Wawan Munawar menyatakan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi.

“Saya priharin dan sangat menghargai solidaritas kawan-kawan,” katanya.

Namun, Wawan mengingatkan bahwa proses penyidikan tidak selalu bisa secapat yang diharapkan. Komentar negatif akibat kondisi ini sudah menjadi resiko yang harus ditanggung kepolisian.

Wawan mengaku telah mengontak Polres Asahan untuk memantau perkembangan kasus ini. Menurutnya, sampai saat ini pihak kepolisian telah memeriksa sebelas orang, dan pada hari Kamis (14/1/2013) nanti memeriksa empat orang lainnya yang dicurigai oleh saksi korban sebagai orang-orang yang terlibat dalam pembakaran.

“Kami tidak bisa sembarangan mengambil alih kasus. Kecuali progresnya tidak jelas. Sejauh ini menurut saya progresnya masih bagus,” katanya. (ton/tribun-medan.com)
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *