PT PIM TANGGUNG BIAYA SAPROTAN

Tidak jauh berbeda dengan PT Sang Hyang Seri, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) pun ambil bagian dalam program Gerakan Peningkatan Produksi Pertanian berbasis Korporasi (GP3K). Hanya saja, perusahaan yang memproduksi pupuk urea khususnya urea subsidi ini lebih difokuskan pada penggunaan pupuk yang tepat dan berimbang.
Mengingat pupuk merupakan komoditi strategis yang sangat penting peranannya dalam meningkatkan produksi pertanian. Dengan demikian pendapatan petani meningkat dan tercapai swasembada beras serta meningkatkan ketahanan pangan dan akhirnya mencapai kedaulatan pangan.

“Dalam pelaksanaannya, PT PIM akan membuat demplot-demplot di seluruh wilayah kerja PIM dalam menyalurkan pupuk urea bersubsidi, yaitu  Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri dan Kalimantan Barat. Dengan luas demplot di masing-masing lokasi 0,5 hektare untuk setiap plot,” jelas  Kepala Pemasaran Wilayah (KPW) Sumut PT PIM, Pendi Effendi Rachmat dalam perbincangannya dengan MedanBisnis, belum lama ini di Kantor PT PIM Jalan Gajah Mada, Medan.

Pembuatan demplot-demplot tersebut kata Pendi juga untuk menambah wawasan petani terhadap urea bersubsidi berwarna pink. Karena pada implementasi pemakaian pupuk urea pink bersubsidi sebagian petani masih meragukan kesamaan antara pupuk urea putih dan pupuk urea pink bersubsidi.

Padahal, pemerintah membuat regulasi yang ketat tentang pola distribusi pupuk urea bersubsidi untuk memudahkan pengawasan di lapangan dengan perbedaan warna pupuk antara pupuk bersubsidi dan non subsidi. Untuk pupuk urea bersubsidi dibuat pupuk urea berwarna pink.

Diharapkan dengan sosialisasi penggunaan pupuk berimbang, petani mau merubah kebiasaan pemakaian pupuk yang tidak berimbang menjadi berimbang dan tidak ragu pada waktu pemakaian pupuk urea berwarna pink. “Pembuatan demplot ini juga untuk mengkoordinir kepastian keberadaan pupuk urea subsidi dengan harga HET sampai ke petani. Dan, yang paling penting lagi, produksi padi per hektare diharapkan bisa mencapai 8-9 ton,” sebutnya.

Dalam pelaksanaan demplot tersebut, PT PIM hanya memberikan bantuan saprotan berupa benih padi, pupuk PIM organik, pupuk NPK, urea serta pembasmi hama.  Sedangkan biaya kerja ditanggung oleh petani. “Jadi, PT PIM akan menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan kecuali ongkos tenaga kerja serta memantau seluruh kegiatan di lapangan terselenggara dengan baik. Dan, petani harus mengikuti aturan yang ditetapkan PT PIM,” tegas Pendi.

PT PIM lanjut dia, bersama dinas terkait akan memberikan pengawasan dan kawalan teknologi terhadap petani. Apabila hasil panen melebihi hasil yang ditargetkan lebih dari 8,5 ton per hektare maka kepada petani diberikan insentif berupa saprotan. Di samping itu, hasil panen yang diperoleh seluruhnya menjadi milik petani.

Lantas bagaimana terhadap kegagalan yang mungkin terjadi. “Nah, jika terjadi kegagalan yang diakibatkan karena pemberian pupuk berimbang 532, petani akan diberikan kompensasi sesuai kesepakatan bersama,” ucapnya.

Begitupun, untuk menekan tingkat kegagalan atau risiko yang dihadapi, dalam pelaksanaannya di lapangan PT PIM bekerja sama dengan dinas pertanian setempat, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam hal penerapan teknologi pertanian, distributor dan kios dalam hal penyediaan pupuk subsidi serta demonstrator sebagai pelaksana demplot di lapangan.

Terhadap penentuan lokasi, menurut Pendi, merupakan tanggungjawab dari Dinas Pertanian. Dan, Dinas Pertanian juga yang akan melakukan pembinaan dan pendampingan kawalan teknologi terhadap petani yang ikut dalam program demplot bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K).

“Jadi, PT PIM hanya bertanggungjawa sebagai pelaksanaan sosialisasi demplot, membuat petunjuk pelaksanaan, menanggung seluruh biaya yang timbul kecuali biaya ongkos tenaga kerja, memantau seluruh kegiatan di lapangan terselenggara dengan baik dan membuat laporan hasil kegiatan,” katanya mengakhiri perbincangannya dengan MedanBisnis.(junita sianturi)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *