PEMERINTAH BERTAHAP GESER TKI DOMESTIK KE FORMAL

MedanBisnis – Jakarta. Pemerintah secara bertahap akan menggeser posisi tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor domestik di Singapura menjadi TKI formal dengan berbasis pada empat jabatan kerja.
“Secara bertahap kita geser TKI ‘domestic worker’ di Singapura menjadi TKI formal dengan jabatan kerja yang jelas. Kita jadikan Singapura sebagai salah satu pilot project penerapan ‘Roadmap Zero Domestic  worker’ tahun 2017,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (13/1), seusai melakukan kunjungan kerja di Singapura.

Empat jabatan kerja itu adalah “house keeper” (pengurus rumah tangga), “cook” (tukang masak), “baby sitter” (pengasuh bayi/anak) dan “caregiver” (perawat jompo).  Sebagai konsekuensi, para TKI yang akan bekerja di Singapura bakal dibekali keterampilan kerja dan kemampuan bahasa yang baik.

Muhaimin mengatakan kebijakan itu diambil sebagai persiapan awal penerapan roadmap Zero Domestic Worker pada tahun 2017 yang merupakan bagian dari upaya pembenahan penempatan dan perlindungan TKI serta perbaikan kualitas kompetensi kerja masyarakat Indonesia yang hendak bekerja di luar negeri.

“Dengan kebijakan baru pendekatan kerja TKI domestic worker di Singapura harus dilakukan secara formal yaitu harus ada terikat kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban yang jelas serta ‘job desk’ nya harus jelas,” kata Muhaimin.

Selain itu juga harus ada kejelasan standar gaji, libur sehari dalam seminggu, jabatan kerja, uraian tugas dan jam kerja serta tanggung jawab dan risiko bekerja yang tidak boleh membahayakan.  “Jadi harus ada pengakuan kerja berdasarkan jabatan dan profesi. Negara penempatan harus mengakui sebagai pekerja dengan jabatan dan profesi tertentu dengan memiliki hak-hak normatif seperti hak jam kerja, hak libur, hak pendapatan sesuai standar minimal, standar upah atau jaminan sosial seperti pekerja formal lainnya,” tegas Menakertrans

Saat ini, jumlah WNI yang berada di Singapura sebanyak 197.913 orang yang terdiri dari TKI informal 104.437 orang, pelaut 19.451 orang, tenaga kerja sektor jasa 11.521 orang, profesional  9.137 orang, pelajar/mahasiswa 24.529 orang dan lain-lain 28.838 orang (ibu rumah tangga dan manula).

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya, Menakertrans Muhaimin Iskandar didampingi Dubes Indonesia untuk Singapura Andri Hadi, Dirjen Binapenta Kemnakertrans Reyna Usman dan Rustini Muhaimin melakukan dialog dengan TKI di Shelter KBRI di Singapura dan pelatihan keterampilan kerja TKI Sekolah Indonesia Singapura.

Muhaimin menambahkan selama ini, pemerintah telah melakukan pembenahan sistem penempatan dan Pelindungan TKI sejak pra, selama dan purna penempatan.

Pemerintah telah memberlakukan pengetatan dalam penempatan TKI, terutama untuk sektor domestik. “Pemerintah Indonesia setuju bahwa  untuk Calon TKI yang akan bekerja harus mengikuti pelatihan minimal 200 jam pelajaran untuk menjamin para TKI yang berangkat kerja di Singapura adalah TKI yang berkualitas dan mempunyai keterampilan kerja yang baik,” kata Muhaimin.

Kemenakertrans bekerja sama dengan Kemenlu melalui KBRI Singapura dan Kemdikbud telah sepakat untuk memberdayakan para TKI dengan menggelar pelatihan khusus bagi para TKI di Singapura.

Setiap minggu pada hari libur para TKI di Singapura bisa meningkatkan keterampilan kerja dengan mengikuti pelatihan /kursus  dan sekolah paket B dan C dengan jurusan komputer, bahasa Inggris, menjahit  salon dan kecantikan,  bahasa Mandarin serta lain-lain.(ant)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *