PEMBANGUNAN TEMBOK DI DESA LOBU SIKKAM TERBENGKALAI

Tarutung, (Analisa). Proyek pembangunan tembok penahan jalan (dek) berbiaya Rp 381 juta dikerjakan pada 2012 di Desa Lobu Singkam Kecamatan Sipoholon Kabupaten Taput, hingga kini masih terbengkalai dan belum selesai dikerjakan.
Padahal, seharusnya proyek yang bersumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Taput 2012 lalu itu, semestinya sudah selesai dikerjakan pada akhir Desember 2012, sebab proyek itu bukan multi years.

Dompak Sihombing selaku pihak rekanan yang mengerjakan proyek kepada Analisa, Kamis, (10/1) mengakui pihaknya memang belum bisa menyelesaikan proses pengerjaan proyek, lantaran di tengah jalan runtuh diterpa air hujan pada awal Desember 2012 lalu.

“Jadi bukan kami sengaja membiarkan proyek itu terbengkalai, tetapi bagaimana lagi mau dibuat, kami diminta supaya mengerjakan ulang proyek, padahal waktunya sudah sempit, waktu itu kan proyek sudah mau selesai tetapi tiba-tiba hujan deras dan menerpa proyek di tengah jalan hingga runtuh dan harus diperbaiki ulang,”ujar Dompak.

Dompak mengakui, sebelumnya proyek ini sudah hampir rampung dikerjakan pada awal Desember 2012 lalu. Sayangnya di tengah jalan (pertengahan Desember 2012) proyek runtuh setelah diterjang hujan. Dompak membantah, runtuhnya proyek akibat kurangnya daya tahan bangunan disebabkan kualitas bangunan tidak sesuai dengan bestek.

“Siapa bilang kualitas bangunan tidak sesuai dengan bestek, bangunan itu runtuh lantaran datang hujan deras ketika bangunan sudah hampir jadi,”ucapnya.

Namun demikian, Dompak mengatakan pihaknya dalam minggu ini akan segera mengerjakan ulang kembali ulang proyek jembatan itu, hingga bisa selesai pada akhir Januari 2013.

“Dalam minggu ini proyek itu akan kita kerjakan kembali, jadi kita harap bisa selesai dikerjakan pada akhir Januari,” ujarnya.

Disinggung mengenai biaya dari mana akan digunakan untuk perbaikan ulang proyek pembangunan penahan badan jalan itu, mengingat APBD Taput 2012 sudah tutup buku, Dompak mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah diberikan sanksi oleh dinas terkait dengan menahan (tidak mencairkan) dana sisa proyek sebesar Rp 60 juta. Untuk itu, pihaknya akan menggunakan dana sisa yang tidak dicairkan tersebut untuk melakukan upaya perbaikan.

“Masih ada sisa anggaran waktu itu yang belum dicairkan (ditahan) dinas terkait, jadi dana itulah nanti yang akan kita gunakan untuk membangun kembali proyek itu,” ujarnya.(can)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *